Prosedur Penyampaian Bantuan LN Gempa Aceh Disederhanakan
Rabu, 29 Des 2004 16:05 WIB
Jakarta -
Sejumlah negara memberikan bantuan kepada Indonesia untuk korban gempa dan tsunami di Medan dan Aceh. Prosedur penyampaian bantuan dari luar negeri itu disederhanakan karena situasi darurat dan membutuhkan bantuan yang cepat. Demikian dikatakan Jubir Deplu Yuri Thamrin di kantornya Jl. Pejambon, Jakarta, Rabu (29/12/2004). Dikatakan Yuri, cargo flight dari luar negeri bisa masuk melalui Medan atau Bandara Iskandar Muda, Banda Aceh. Selanjutnya, mereka akan mendapatkan flight clearence dari Deplu setelah berkoordinasi dengan Mabes TNI dan Dephub."Sampai disana kru asing tersebut akan mendapatkan visa on arrival. Dengan penyederhanaan ini diharapkan bantuan akan segera sampai," ujarnya. Yuri menjelaskan, Malaysia sudah mengirim Source Malaysian Rescue Team yang beranggotakan 30 orang. Australia mengirim bantuan makanan, tenda dan selimut dengan menggunakan 2 Pesawat Hercules serta menjanjikan 10 juta dolar Australia.RRC menjanjikan 660 ribu dolar AS dalam bentuk makanan, tenda dan selimut. AS menyumbang 100 ribu dolar AS yang disalurkan melalui PMI dan 2 juta dolar AS sedang diproses. Walikota Osaka beserta warganya menyerahkan bantuan 1 juta Yen melalui KJRI di Jepang. Selandia Baru mengirim Pesawat Hercules untuk mengangkut bantuan dari Australia berupa makanan, tenda dan selimut. Spanyol menawarkan bantuan tim SAR. Jepang menawarkan 370 ribu dolar AS dan 270 ribu dolar AS berupa genset, tenda, selimut, water purifier, tanki air dan bahan pangan. Korsel menawarkan 150 ribu dolar AS serta pengiriman tim SAR dan medis. Singapura dan Filipina juga menawarkan bantuan tim medis. Uni Eropa menjanjikan 30 juta Euro. LSM di Kobe Jepang mengirim bantuan berupa selimut dan barang kebutuhan lain seberat 100 kg menggunakan Garuda. Bantuan itu akan tiba di Bandara Iskandar Muda, malam ini. 2 WNI Luka Dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) mengalami luka-luka akibat gempa dan tsunami di Thailand. Kedua korban itu dirawat di sebuah rumah sakit di Thailand. Sementara, 2 orang lainnya yang sebelumnya juga sempat dirawat sudah dipulangkan. Menurut Yuri, pihaknya belum menerima laporan adanya WNI yang menjadi korban di Sri Lanka. Sedangkan di Maladewa yang merupakan negara pariwisata, ada sekitar 60-an WNI saat bencana terjadi. "Sekarang kita sedang cari tahu keberadaan mereka," jelasnya.
(rif/)










































