Polisi: Sahur On the Road Justru Mengganggu

Polisi: Sahur On the Road Justru Mengganggu

- detikNews
Minggu, 20 Jul 2014 05:16 WIB
Polisi: Sahur On the Road Justru Mengganggu
Jakarta - Malam hingga subuh ini, Jakarta dibanjiri anak-anak muda bersama komunitasnya yang melakukan sahur on the road (SOR). Kondisi ini dinilai petugas kepolisian tidak efektif karena menganggu lalu lintas di jalan.

"Dari sisi lalu lintas lebih baik nggak usah karena mengganggu. Membahayakan keselamatan, keamanan dan ketertiban lalu lintas. Rawan kecelakaan juga," ujar Kasi Prasja Dikyasa Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Mujiana kepada detikcom saat mengatur pembubaran massa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (20/7/2014) subuh.

Mujiana mengakui memang ada peningkatan jumlah massa yang melakukan SOR kali ini. Menurutnya peserta SOR kebanyakan dari para komunitas dan pelajar sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasalah namanya liburan. Ada peningkatan, soalnya kemarin belum pada libur, sekarang lebih banyak," kata Mujiana.

"Pada ugal-ugalan, nggak pakai helm. Tadi ada kecelakan juga di Semanggi dari para rombongan ini. Tapi sudah ditangani," jelasnya.

Meski begitu, Mujiana mengaku pihaknya tidak memberikan sanksi penilangan terhadap perilaku anak-anak muda yang cenderung membahayakan ini. Polisi disebut sifatnya hanya mengimbau secara persuasif.

"Sementara mengimbau dulu, yang penting tertib. Karena sebenernya niatnya baik. Tadi juga ada yang bagi-bagi makanan. Kita mengimbau secara persuasif kepada adik-adik," tutur Mujiana.

Pantauan detikcom mulai dari Lapangan Banteng hingga Bundaran HI, sahur on the road memang lebih banyak digunakan massa dengan pawai menggunakan motor, mobil, truk. Para peserta SOR dari berbagai komunitas banyak yang memakai sejumlah atribut seperti bendera lambang-lambang negara, termasuk Bendera Palestina dan Indonesia, dan mengibarkannya. Bahkan terdapat motor dan mobil peserta SOR yang ngebut serta ugal-ugalan.

Terlihat sedikit sekali yang benar-benar menyalurkan bantuan sahur kepada pengimis atau anak-anak jalanan. Selain itu banyak sampah yang berserakan dan ditinggalkan peserta SOR di jalanan.

"Ya kita sahur on the road. Rame-rame sama temen-temen. Soalnya sekarang malam minggu terakhir bisa SOR bareng-bareng," tutur salah satu peserta SOR, Fadli yang berkumpul bersama teman-temannya di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

Sayangnya, SOR kadang menimbulkan dampak negatif, seperti kecelakaan dan tawuran antar peserta. Dini hari ini saja tercatat sudah ada dua kejadian tawuran antar peserta SOR.

(ear/kha)


Berita Terkait