Penolakan kehadiran atas undangan JK itu disuarakan oleh Ketua DPD I Golkar Yogyakarta Gandung Pardiman.
"Kami sepakat tidak akan hadir," tegas Gandung ketika ditanya wartawan soal sikap DPD atas undangan JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Gandung mengaku hingga saat ini dirinya belum menerima undangan dari JK. Gandung kembali menegaskan bahwa dia dan para ketua DPD I tidak akan menghadiri undangan tersebut.
"Daripada memperkeruh suasana, kita akan istiqomah sesuai hasil Munas Riau," tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPD I Sulawesi Tenggara Ridwan Bae. DPD I akan menolak tegas undangan JK jika dalam acara itu dibahas soal percepatan Munas Golkar.
"Kalau diundang JK sebagai senior dan pribadi kenapa tidak hadir? Tapi kalau bicara Munaslub dipercepat, dihadapan JK kami katakan tidak," tuturnya.
Sikap berbeda ditunjukkan oleh Ketua DPD I Gorontalo Rusli Habibie. Menurutnya jika mengundang untuk sekedar silaturahmi itu sah-sah saja.
"Sebagai mantan ketua umum, kalau Pak JK mengundang sah-sah saja. Kami bersedia akan hadir tapi hanya membicarakan soal silaturahmi," ungkapnya.
(mpr/kha)










































