Rapat pleno DPP Golkar digelar di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (18/7) kemarin siang. Pengurus-pengurus DPP Golkar hadir dalam rapat itu, salah satunya Waketum Golkar Agung Laksono.
Ada tiga hal utama yang dibahas dalam rapat, yaitu soal koalisi permanen, pemecatan kader Golkar dan Musyawarah Nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paparan Ical direspon oleh sejumlah pengurus Golkar. Salah satunya oleh Agung Laksono yang mengkritik keras kebijakan bergabung ke koalisi permanen.
"Pak Agung Laksono mengkritik habis kebijakan itu, bahkan Pak Agung keras-kerasan bicara, panas," tutur salah seorang pengurus DPP Golkar yang hadir dalam rapat tersebut kepada detikcom, Sabtu (19/7/2014).
Tak ada titik temu dalam perdebatan antara Ical dan Agung. Pembahasan pun berlanjut ke materi soal pemecatan kader. Ical mempersilakan kader yang dipecat menggugat keputusan itu ke Mahkamah Partai.
Pembahasan lalu masuk ke soal pelaksanaan Musyawarah Nasional. Kembali terjadi perdebatan antara Ical dan Agung. Ical berkukuh tak mau melaksanakan Munas di tahun 2014 ini. Dia bersandar pada rekomendasi Munas VIII Golkar di Riau 2009 lalu. Apalagi tak ada permintaan untuk Munas dari DPD I Golkar.
"Sementara Pak Agung dan seluruh pendukungnya ingin segera dilakukan Munas. Mereka berpegang pada AD ART, bahwa harus ada siklus 5 tahunan," ujar pengurus Golkar ini.
(trq/dnu)











































