Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Rini Muliawati mengatakan data antemortem yang diambil dari dua korban tersebut adalah sidik jari, pakaian yang dipakai atau penampilan terakhir saat meninggal, dan tanda hidup seperti tahi lalat atau tato di tubuh korban.
"Data-data itu dibutuhkan untuk proses identifikasi," kata Rini saat dihubungi wartawan, Sabtu (19/7/2014).
Selain data Ante Mortem dari jenazah, Bidokkes Polda Jateng mengambil sample DNA dari orangtua atau saudara kandung korban. Pengambilan data tersebut dilakukan sesuai dengan standar internasional.
"DNA tersebut diperlukan untuk memastikan Jenazah tidak tertukar," tandas Rini.
Diketahui peswat MH17 jenis Boeing 777 milik Malaysia Airlines jatuh di kawasan Ukraina Timur dan diyakini pejabat-pejabat Amerika serikat akibat ditembak jatuh dengan rudal. Sebanyak 289 penumpang dan awak pesawat tewas dalam peristiwa yang terjadi hari Kamis (17/7) lalu itu.
Sebanyak 12 korban merupakan warga negara Indonesia sedangkan dua diantaranya warga asal Jawa Tengah yaitu Supartini warga Sidorejo RT 11 RW 02 Manggun Mojogedang Karanganyar dan Ninik Yuriani warga Jalan Bhayangkara nomor 40 Kampung Demangsari RT 01 RW 10 Wonosobo.
(alg/aan)











































