WNI Belum Terdata, Jumlah DPKTb Lebih Besar dari DPT di Timor Leste

WNI Belum Terdata, Jumlah DPKTb Lebih Besar dari DPT di Timor Leste

- detikNews
Sabtu, 19 Jul 2014 01:31 WIB
Jakarta - Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara untuk Timor Leste mempermasalahkan tingginya WNI yang tidak terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal tersebut membuat angka Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) lebih besar.

"Ketika ditemukan kasus DPKTb lebih besar dari DPT. Ini mencurigakan," ujar Aziz Subekti, saksi dari Tim Prabowo-Hatta, di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (18/7/2014).

Berdasar data yang dilaporkan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), jumlah perolehan suara dari DPKTb sebanyak 1.375 pemilih. Angka tersebut lebih tinggi dari suara DPT sebanyak 1.288 suara. Adapun DPKTb merupakan pemilih yang belum terdaftar dalam DPT dan mencoblos menggunakan identitas seperti KTP, paspor, atau identitas lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Timor Leste, Maximilianus Bala, menjelaskan tingginya DPKTb karena banyak WNI yang belum terdata akibat mobilitas dan kondisi geografis di sana.

Menurutnya, ada dua jenis pemilih yang belum terdata oleh PPLN sebelum gelaran Pilpres, yakni pekerja di bidang konstruksi dan warga pedalaman.

"Indonesia dengan Timor Leste, berbatasan darat. Manusia begitu banyak ke sana kemari. Pengusaha Indonesia di bidang konstruksi, membawa pekerja cukup banyak ke Dili, tetapi mereka tidak mendata pekerja di KBRI, tidak melaporkan," ujar Maximilianus usai rapat.

Di samping itu, ada juga warga pedalaman yang belum mendaftarkan diri lantaran tidak tahu harus mendaftarkan kemana. "Mereka warga pedalaman, menurut mereka, KBRI itu asing. Merasa ada jarak dan tidak pernah mengenal orang itu. Jadi tidak pernah mendaftarkan diri," kata Maximilianus.

Ia menambahkan, tidak terdatanya warga tersebut menyebabkan nama mereka tidak terdaftar sebagai pemilih tetap pada pemilu.

Dalam Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2012, untuk berpartisipasi dalam pemilu, mereka harus membawa dokumen yang menyatakan secara sah bahwa mereka bagian adalah WNI. "Mereka ada yang datang bawa KTP, paspor, ada juga yang bawa surat keterangan dari kepala desa kalau mereka WNI," ujar Maxi.

Berdasar data dari PPLN Timor Leste, sebanyak 5.124 WNI tinggal di Timor Leste yang tersebar dalam 13 distrik di Timor Leste, yakni Dili, Baucau, Lospalos, Manatuto, Viquequ, Aileu, Same, Ainaro, Licuica, Ermera, Bobonaro, Suai, dan Oecuse. Dari keseluruhan total warga, 83,30 persen atau sebanyak 4.270 warga menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 2014 ini.

(tfn/tfn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads