Tim Prabowo-Hatta Kritisi 2.945 Pemilih Khusus Tambahan di Singapura

Tim Prabowo-Hatta Kritisi 2.945 Pemilih Khusus Tambahan di Singapura

- detikNews
Jumat, 18 Jul 2014 21:56 WIB
Jakarta - Proses rekapitulasi untuk perwakilan Singapura menuai banyak interupsi, salah satunya soal pemilih yang tidak terdaftar tetapi ikut mencoblos. Tim Prabowo-Hatta mengkritisi 2.945 pemilih yang muncul sebagai Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) dari total 38.172 pemilih.

"Kesalahan administrasi bisa berdampak besar. Saya nggak bilang ini mobilisasi karena angkanya besar tapi penyelenggara harus hati-hati dalam mencatat, karena akan timbul banyak pertanyaan," ujar saksi dari tim Prabowo-Hatta, Yanuar Arif Wibowo dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi suara luar negeri yang dilangsungkan di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (18/7/2014).

Lanjutnya, Yanuar juga menanyakan dokumentasi dari ribuan pemilih khusus tambahan tersebut, apakah pelancong, menetap atau mahasiswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Singapura, Mirza Nur Hidayat menjelaskan data pemilih khusus tambahan tersebut bisa dibuktikan meski tidak tercatat dalam daftar pemilih khusus tambahan.

"Dalam pemilihan untuk DPKTb memang registrasi secara khusus di situ, pemilih kita foto dokumen paspor dan KTP yang sekarang kita simpan digital," ujar Mirza.

(tfn/tfn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads