Hindari Macet di Comal, Ganjar Sarankan Pemudik Beralih Moda Transportasi

Hindari Macet di Comal, Ganjar Sarankan Pemudik Beralih Moda Transportasi

- detikNews
Jumat, 18 Jul 2014 19:50 WIB
Hindari Macet di Comal, Ganjar Sarankan Pemudik Beralih Moda Transportasi
Semarang - Dengan amblesnya jembatan Comal di pantura Kabupaten Pemalang, arus lalu lintas di jalur alternatif akan sangat padat ditambah lagi menjelang mudik. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengimbau agar pemudik yang menggunakan jalur darat bisa beralih menggunakan kereta api, kapal, atau pesawat.

"Kemungkinan akan terjadi macet luar biasa, diimbau pindah ke kereta api, jalur laut, dan penerbangan," kata Ganjar di kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (18/7/2014).

Menanggapi hal itu, Kepala PT KAI Daop IV, Wawan Ariyanto mengatakan pihaknya siap menampung limpahan 10 hingga 20 persen dari jumlah pemudik yang akan menuju Jateng. Ditambah lagi ada Pekalongan Ekspres yang diluncurkan beberapa hari lalu ditambah KA Menoreh Lebaran jurusan Semarang-Jakarta yang diluncurkan pagi tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak khawatir tidak bisa menampung. Kami sanggup tampung 10 ribu penumpang. Ditambah ada Pekalongan Ekspres bisa tampung 700 penumpang lebih," kata Wawan.

Sebelumnya, Ganjar mengungkapkan perbaikan sementara jembatan Comal di jadwalkan selesai 5 hingga 6 hari kedepan. Minimal H-4 sudah bisa dilalui oleh pemudik.

"Kita pakai Amco dipasang, kerjanya 24 jam. Jadi lima sampai enam hari nanti bisa dipakai. Itu sementara, setelah Lebaran kita bongkar karena sudah tidak layak," pungkas Ganjar.

Selain itu, Ganjar melalui akun twitter-nya @ganjarpranowo memposting peta jalur alternatif yang bisa dilalui selama perbaikan berlangsung. Dalam peta tersebut ada keterangan jalur I: Asemdoyong-Tegalmlati, jalur II : Tegalmlati-Jatiredjo, jalur III : Prompong-Ambo Kulon, jalur IV : Ambo Wetan-Pasar Uli, jalur V : Pos Sipait-Pospam comal, jalur VI : pospam comal-Ujunggede, jalur VII : Ujunggede-Banjardawa TMN. Namun jalur tesebut hanya bisa dilalui motor, mobi pribadi, dan truk kecil.

"Kita sudah twitkan, tapi di Bodeh ada penyempitan, kerjasama bareng polisi dan dishub mungkin sistem buka tutup. Untuk truk berat mereka dikeluarkan lewat jalur selatan semua," terang Ganjar.

(alg/try)


Berita Terkait