Menyusul seruan capres nomor urut 2 Joko Widodo agar semua pendukungnya menanggalkan atribut kampanye, muncul ajakan pada tanggal 21 Juli nanti untuk mengenakan batik.
Sehari sebelum hasil Pilpres ditetapkan pada Senin (21/7/2014), masyarakat luas diminta agar mengenakan baju kebanggaan bangsa Indonesia yaitu batik.
Imbauan tersebut seiring dengan seruan Jokowi untuk kembali ke Indonesia Raya. Ajakan tersebut dianggap sebagai bentuk dukungan semangat rakyat melalui Gerakan Mari Berbatik dengan motif-motif kebanggaan dari berbagai daerah di seluruh Nusantara guna menyambut pemimpin baru.
Kepala Relawan Tim Pemenangan Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari, mengatakan seruan berbatik itu merupakan inisiatif relawan. “Bukan tim sukses Jokowi-JK,” ucap Eva kepada detikcom, Jumat (18/7/2014).
Menurut anggota tim Pemenangan Jokowi-JK ini, batik menunjukkan ciri khas bangsa Indonesia. “Batik kan Indonesia banget. Kembali ke Indonesia Raya,” ujar Eva.
Lebih lanjut Eva menjelaskan batik juga dapat diartikan sebagai kebutuhan untuk tetap beridentitas kelompok yang bisa diterima secara luas. Adapun dipilihnya tanggal 21, menurut Eva, yaitu pas sehari sebelum pengumuman Pilpres oleh KPU.
“Kan tanggal 22 diminta di dalam rumah sehingga dipilih H-1,” kata anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini.
(brn/trq)









































