JK: Jika Ada yang Turun ke Jalan pada 22 Juli, Itu Penyusup

JK: Jika Ada yang Turun ke Jalan pada 22 Juli, Itu Penyusup

- detikNews
Jumat, 18 Jul 2014 17:36 WIB
JK: Jika Ada yang Turun ke Jalan pada 22 Juli, Itu Penyusup
Jakarta - Calon wakil presiden Jusuf Kalla menjamin tidak akan ada pengerahan massa saat pengumuman pemenang pilpres pada 22 Juli yang akan datang. "Ya kami sudah sepakat, tidak ada bawa pengerahan massa 22 Juli nanti," kata politisi yang akrab disapa JK ini di kantor pusat Palang Merah Indonesia, jalan Gatot Subroto, Jakarta Jumat (18/7/2014).

Apabila nantinya ada massa yang tetap turun di tanggal 22, JK menyebut itu bukan dari kubu capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-JK. "Kalau ada yang datang mungkin itu bukan kami, kami sudah sepakat tidak ada yang bawa massa. Kalaupun ada itu bukan kita. Mungkin itu penyusupan," tambah JK.

Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah memberikan intruksi khusus bagi pengurus dan kader partai pendukungnya untuk tidak turun ke jalan pada 22 Juli mendatang. Mereka juga dilarang datang ke kantor Komisi Pemilihan Umum di jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat saat penetapan hasil Pilpres nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kepada struktural partai dilarang keras turun ke jalan dalam merayakan kemenangan capres Bapak Jokowi dan cawapres Bapak Jusuf Kalla," kata Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo.

Kepala Kepolisian RI, Jenderal Sutarman mengatakan, dua kubu relawan capres-cawapres akan menggelar deklarasi damai menyambut pengumuman hasil pilpres pada 22 Juli nanti. Jumat tadi pagi dua kubu relawan masing-masing capres bertemu dengan Kapolri.

"Tadi sudah datang kedua belah pihak, relawan pendukung nomor 1 dan relawan pendukung nomor 2, sudah ketemu di kantor saya tadi jam 8 dan mengundang saya untuk besok sore untuk menyaksikan deklarasi damai," kata Sutarman saat pelepasan tim pemantau arus mudik di gedung NTMC Korps Lantas Polri, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (18/7/2014).

(erd/try)


Berita Terkait