"Ini kita sedang menuju ke rumah para korban untuk mengambil data antemorthem. Data dari keluarga akan diambil untuk identifikasi di TKP Ukraina sana, apakah benar nama ini dengan jenasah ini cocok, jangan sampai nanti keliru WNI dengan WN lain atau tertuka," jelas Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/7/2014).
Musyafak dan tim, sore ini tengah menuju ke rumah para korban yang berada di Perumahan Pondok Hijau Golf, Sumarecon, Cluster Topaz, Jalan Topaz Barat nomor 48 Gading Serpong, Tangerang, Banten serta di perumahan Bonavista, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan Pondok Indah.
Pengambilan data antemorthem ini meliputi rekam gigi, rekam medis, sidik jari, tanda di tubuh seperti tindikan, tato, tahi lalat, hingga properti lain.
"Misalnya keluarga tahu korban terakhir mengenakan baju apa, jam tangan, dan sebagainya," imbuhnya.
Pengambilan data antemorthem ini dilakukan dengan standar interpol Disaster Victim Identification (DVI). Data yang didapat Bidang Dokkes Polda Metro Jaya ini akan dibawa ke Ukraina nantinya.
(mei/ndr)











































