Dekat Pusat Gempa
Ajaib, Simeuleu Tidak Parah!
Rabu, 29 Des 2004 14:19 WIB
Jakarta - Dugaan sementara bahwa Pulau Simeuleu hancur lebur dalam musibah gempa dan tsunami Aceh karena sangat dekat dengan pusat gempa, ternyata keliru. Kondisi pulau itu justru tidak terlalu parah.Demikian dinyatakan Kepala Pusat Penerangan Depdagri, Ujang Sudirman, usai pertemuan antara Mendagri M Ma'ruf dengan jajaran eselon I di Depdagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Rabu (29/12/2004).Ujang mengutip keterangan Mendagri soal Simeuleu. "Beliau menyatakan, tidak berdampak besar (di Simeuleu). Begitu juga dengan roda pemerintahannya masih tetap berjalan," terang Ujang. Mendagri sebelumnya telah meninjau Aceh mendampingi Wapres Jusuf Kalla.Sebagaimana diumumkan Badan Meteorologi dan Geofisika, pusat gempa tektonik pertama di terjadi di dasar Samudera Hindia pada pukul 07.58 WIB, Minggu (26/12/2004). Kalau pusat gempa itu ditarik garis tegak lurus ke atas, maka permukaan samudera itu hanya 40 km saja dari daratan Simeuleu.Apalagi 200 ribu penduduk pulau tersebut banyak bermukim di pantai. Jika musim pasang misalnya, air laut menyentuh bibir pemukiman penduduk. Ibukota Kabupaten Simeuleu juga berada pada dataran pantai yang rendah.Dengan kondisi ini, bisa dibayangkan bagaiman kondisi pulau tersebut setelah disapu oleh badai tsunami beberapa saat setelah gempa terjadi. Kapolda Nanggore Aceh Darussalam (NAD) Irjen Pol Bahrumsyah bahkan sempat menyatakan, Pulau Simeuleu sudah tidak berbentuk lagi. Tapi fakta menyatakan lain. Mendagri yang telah terbang di atas Simeuleu melihat bahwa pulau itu tidak separah Meulaboh di Kabupaten Aceh Barat.Pulau Simeuleu dan beberapa pulai kecil di sekitarnya adalah kabupaten baru yang berusia lima tahun. Sebelum berdiri sendiri, Pulau Simeuleu merupakan bagian dari Kabupaten Aceh Barat. Pulau Simeuleu menjadi kabupaten tersendiri lewat Undang-undang Nomor 48 Tahun 1999.
(nrl/)











































