FPAN Serahkan 100% Gaji Januari

Amien di Aceh Sejak Selasa

FPAN Serahkan 100% Gaji Januari

- detikNews
Rabu, 29 Des 2004 13:59 WIB
Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) prihatin atas musibah Tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. Ketua Umum PAN Amien Rais sudah berada di Aceh sejak Selasa (29/12/2004) kemarin. Sementara untuk membantu warga Aceh, semua anggota FPAN DPR menyerahkan 100 persen gaji Januari 2005. Hal ini disampaikan Ketua FPAN Abdillah Thoha dalam jumpa pers di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (29/12/2004). Keputusan penyerahan 100 persen gaji pokok dan tunjangan (take home pay/THP) bulan Januari 2005 itu diputuskan dalam rapat pleno FPAN yang digelar sebelum jumpa pers. "Berdasarkan keputusan pleno pagi ini, sebagai wujud keprihatinan atas bencana di Aceh dan Sumut, seluruh anggota FPAN DPR RI merelakan tidak menerima gaji, take home pay, Januari 2005," kata Abdillah. THP seorang anggota DPR sekitar Rp 15 juta. FPAN sendiri beranggotakan 53 orang. Dengan demikian, dana yang disumbangkan untuk masyarakat Aceh sekitar Rp 795 juta. "Tapi, kami akan menyampaikan bantuan ke sana dalam bentuk kebutuhan pokok dan kebutuhan lain yang benar-benar sangat diperlukan. Jadi, uang itu akan kita belikan barang di sini dulu," kata Abdillah. Di luar gaji, kata Abdillah, ada juga sumbangan pribadi dari anggota FPAN. Namun, besarnya belum diketahui. "Nantinya, bantuan dari FPAN akan kita salurkan melalui Crisis Center DPP PAN," ungkapnya. Terkait musibah di Aceh dan Sumut ini, kata Abdillah, Amien Rais sudah berangkat ke Aceh pada Selasa (28/12/2004) kemarin. Amien meninjau langsung lokasi dan menyerahkan bantuan. "Bantuan yang dibawa Pak Amien kemarin masih terbatas, karena terburu-buru, sehingga belum bisa mengumpulkan banyak," ujar Abdillah, yang kini masih menjabat sebagai ketua DPP PAN ini. Sebenarnya, kata Abdillah, para simpatisan PAN di Aceh juga akan mendirikan posko di sana. Tapi, setelah didata, ternyata banyak simpatisan PAN yang menjadi korban. Ketua DPW PAN Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) juga masih shock, karena kehilangan keluarganya dan rumahnya hancur. Pada kesempatan itu, FPAN juga berharap bantuan-bantuan untuk masyarakat Aceh bisa disalurkan dengan segera. "Bantuan harus cepat sampai di sana. Jangan ada penyelewengan. Kalau masih ada yang melakukan korupsi dana bantuan itu, berarti tingkatannya berada di bawah binatang," tegas Abdillah. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads