Suryani, salah seorang pekerja di rumah Hendry di Jalan Garuda, Medan, menyatakan, Hendry merupakan sosok yang pendiam. Pria lajang itu sehari-hari bekerja sebagai guru les private.
"Dia itu pendiam. Pekerjaannya guru les begitu," kata Suryani kepada wartawan, Jumat (18/7/2014).
Disebutkan Suryani, sekitar tiga bulan lalu Hendry berangkat ke Belanda. Di sana dia tinggal di rumah pamannya. Selain untuk menjalin silaturahim, juga sekaligus liburan.
Pada Kamis (17/7), Hendry menumpang pesawat nahas itu untuk pulang ke Indonesia transit melalui Kuala Lumpur. Rencananya Hendry akan mengurus pernikahan adiknya.
Hendry yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, merupakan salah satu dari 295 penumpang dan awak MH-17 yang ditembak jatuh di Ukraina. Saat kejadian, pesawat itu sedang dalam perjalanan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Rumah keluarga Hendry tampak sepi. Rumah dengan pintu besi berwarna hijau itu dikunci dari dalam.
(rul/try)











































