"Perbaikannya sedang berlangsung. tadi pagi saya ke sana, masih ada asap jadi belum bisa full kerjanya," kata Ridha saat dihubungi detikcom, Jumat (18/6/2014).
Dia menuturkan perbaikan juga sulit dilakukan karena di sekitar pipa gas ada beton. Ia memprediksi perbaikan butuh waktu sekitar seminggu. "Di sekelilingnya juga kelihatannya ada beton agak susah perbaikannya, mungkin kita butuh waktu sekitar seminggu," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita belum tahu apa bisa dipotong atau dengan cara lain, lagi lihat kondisinya, tapi tim di lapangan akan pertimbangkan kondisinya dan biaya. Kalau misalnya dengan cara memotong akan butuh biaya lebih banyak dibanding dengan merelokasinya, kita akan relokasi," ujarnya.
"Kalau bisa dikerjakan di tempat yang sama tanpa rugikan pihak yang lain ya akan kita lakukan," pungkasnya.
Sebelumnya, adanya ledakan pipa tersebut mengakibatkan pembangunan MRT terancam terhambat. Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami, meminta PGN segera memperbaiki pipa gas agar persiapan pekerjaan konstruksi di koridor Sudirman bisa segera dilakukan.
"Yang pasti itu ada kebocoran pipa, kami harapkan PGN segera melakukan investigasi dan perbaikan di lapangan secepatnya. Kalau misalnya pipa itu harus dibongkar dan lama dilakukan, otomatis (jadwal MRT) akan terganggu," ucapnya di Hotel Crowne, Kamis (17/7/2014).
Pembangunan MRT mulai kemarin memasuki tahap konstruksi skala besar, yakni penggalian dan pembangunan stasiun bawah tanah di titik Senayan dan Setiabudi.
(ros/aan)











































