Bakornas Kurang Dipercaya, Harus Ada Crisis Center Nasional

Bakornas Kurang Dipercaya, Harus Ada Crisis Center Nasional

- detikNews
Rabu, 29 Des 2004 12:54 WIB
Jakarta - Spontan dan terkesan tidak terkoordinasi. Itulah yang terjadi dalam penyaluran bantuan dan pengiriman relawan untuk membantu korban gempa dan tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sebagian wilayah di Sumatera Utara. Menurut sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo, hal ini karena banyak kalangan yang kurang percaya pada Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP), sehingga menggalang dan menyalurkan sendiri bantuan ke daerah bencana."Sekarang ini pengumpulan dan pengiriman bantuan masih dalam bentuk spontan. Karena tidak ada leadership. Lembaga formal kan Bakornas, tapi tidak percaya. Padahal koordinasi ini sangat penting," ujar Imam dalam perbicangan melalui telepon dengan detikcom, Rabu (29/12/2004) siang.Seharusnya, menurut Imam, ada semacam Crisis Center Nasional untuk menangani bencana dan pengungsi. Salah satu fungsinya menjadi posko informasi yang memiliki data lengkap tentang daerah yang mengalami bencana, seperti bencana gempa dan tsunami di Aceh kali ini. Data ini, menurut aktivis Indonesia Peduli dan Direktur Nurani Dunia ini, diperlukan untuk melakukan mapping dalam penyaluran bantuan. "Koordinasi harus ada, paling tidak dari sudut mapping. Siapa yang ke mana, siapa di sana. Kalau tidak bisa overlapping." Harusnya fungsi seperti ini memang dilakukan Bakornas. Tapi karena Bakornas kurang percaya dipercaya, harus ada semacam Crisis Center Nasional yang anggotanya melibatkan berbagai kalangan. "Lembaga ini melibatkan kaum profesional, aktivis LSM, TNI, pemda, dan pengusaha. Tapi dipilih orang-orang yang dikenal memiliki kepedulian. Jadi jangan dipercayakan petugas administratif atau pegawai negeri yang bekerja karena tuntutan tugas," demikian Imam B. Prasodjo. (gtp/)


Berita Terkait