KD dan Peabo Bryson Tetap Manggung di Tahun Baru
Rabu, 29 Des 2004 12:51 WIB
Jakarta - Beberapa hotel berbintang di Jakarta tetap akan menggelar acara menyambut datangnya Tahun Baru 2005 meskipun ada bencana nasional gempa bumi dan gelombang tsunami di Aceh dan Sumatra Utara. Kebanyakan mereka menggelarnya karena sudah terlanjur menyusun acara jauh hari sebelumnya. Hotel yang akan tetap menggelar acara menyambut tahun baru misalnya adalah Hotel Mulia dan Hotel Grand Melia. Di Hotel Mulia, acara tahun baru nanti tetap akan menghadirkan penyanyi asal AS Peabo Bryson dan diva asal Filipina, Kuh Ledesma. "Kita ikut berduka cita terhadap bencana di Aceh. Akan tetapi kita sudah komitmen dengan artis jauh sebelum kejadian (bencana). Artis juga sudah setuju untuk datang dan ada yang sudah on the way, pihak tamu juga sudah komitmen," kata salah satu public relation Hotel Mulia yang dihubungi Rabu (29/12/2004). Namun, sebagai penyelenggara acara hiburan Hotel Mulia juga akan ikut menunjukkan solidaritasnya terhadap bencana di Aceh. Mereka akan mendonasikan sebagian pendapatan acara itu untuk korban di Aceh. "Kami juga akan memberitahukan kepada artis yang datang tentang musibah ini siapa tahu mau mereka mau memberikan donasi," katanya. Acara lain yang tetap digelar adalah perayaan malam tahun baru di Hotel Grand Melia yang akan menghadirkan artis penyanyi Krisdayanti. "Acaranya tetap jalan," kata Hana Hoed, PR Manager hotel di Jl Rasuna Said itu. Sebagai bentuk perhatian terhadap bencana nasional, pihaknya mengaku sudah mengirimkan bantuan dalam berbagai jenis kepada korban gempa dan tsunami di Aceh. Pada malam perayaan tahun baru di Grand Melia itu, artis Krisdayanti kabarnya mendapat bayaran yang paling tinggi sepanjang karirnya. Desas-desusnya, Yanti mendapat bayaran Rp 1 Miliar untuk tampil selama 2 jam. Namun itu dibantahnya. "Gak sampe segitulah, kalau 750 juta...mendekati. Ini bayaran termahal sepanjang karir saya," tambah Krisdayanti dalam jumpa pers acara ini. Untuk mem-booking jadwal Yanti saja, Grand Melia harus menunggu selama 1 tahun. Sebelumnya, beberapa tokoh mengeluarkan imbauan agar perayaan malam tahun baru yang bersifat hura-hura dihentikan. Ini perlu untuk menunjukkan solidaritas terhadap bencana di Aceh dan Sumatra Utara. "Kami ajak pada malam tahun baru nanti jauhi hotel-hotel, tempat hiburan, atau jalan raya,pusat keramaian dan lain-lain. Sebaiknya tetap tinggal di rumah atau ke rumah ibadah, berdoa seraya mengumpulkan dana untuk saudara-daudara kita di Aceh dan tempat lainnya yang tertimpa musibah," ujar anggota DPR, Lukman Hakim, Rabu (29/12/2004).
(tis/)











































