Bantuan Asing untuk NAD-Sumut Hibah, Wapres Bantah Minta-minta
Rabu, 29 Des 2004 12:51 WIB
Jakarta - Penggalangan dana dari negara-negara sahabat untuk NAD-Sumut ditegaskan bukan mina-minta. Bantuan itu pun sifatnya hibah, bukan pinjaman."Apa yang dilakukan pemerintah pagi ini dalam penggalangan dana dari negara-negara sahabat bukan untuk minta-minta, melainkan mengajak negara-negara lain berpartisipasi membantu penanganan akibat bencana gempa dan tsunami di NAD-Sumut."Demikian ditegaskan Wapres Jusuf Kalla dalam jumpa pers di Istana Wapres jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Rabu (29/12/2004)."Ada atau tidak ada bantuan asing, kita tetap jalan. Selama dua hari pertama kita sudah mengerahkan semua potensi nasional yang ada untuk menangani para korban bencana," ujarnya.Namun yang perlu diingat, lanjut dia, untuk rehabilitasi dan recovery yang memakan waktu sampai lima tahun membutuhkan dana yang sangat besar. Negara mempunyai keterbatasan dari sisi anggaran, SDM, dan prasaranya."Karenanya pemerintah menyodorkan daftar yang dibutuhkan pemerintah untuk pemulihan dan terserah dari negara-negara asing untuk memilih berpartisipasi dalam hal yang mana. Sampai tadi malam, berdasarkan data dari kantor Wapres, ada 9 negara yang sudah menawarkan bantuannya," kata Kalla.Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menambahkan, bantuan-bantuan dari negara sahabat itu semuanya merupakan hibah, bukan pinjaman. "Masak mau membantu orang yang kena bencana alam pakai pinjaman," ujarnya.Nilai bantuan-bantuan negara asing tersebut, menurut dia, tidak akan diakumulasikan dalam draft proposal bantuan yang akan diajukan dalam sidang CGI.Sedangkan 9 negara yang sudah menawarkan bantuan yaitu Cina sebesar US$ 600 ribu berupa makanan, tenda dan selimut. Selandia Baru melalui bantuan kemanusiaan Australia akan meminjamkan sebuah pesawat hercules untuk melancarkan kegiatan evakuasi.Spanyol menawarkan bantuan Tim SAR. Malaysia menawarkan bantuan Tim SAR yang sejak semalam sudah berada di lokasi musibah. Jepang sebesar US$ 370 ribu berupa genset, tenda, air minum, bahan pangan, selimut, dan sarana air bersih.Korea mengirim tim medis, juga menawarkan bantuan senilai US$ 150 ribu. Singapura menawarkan tim medis. Australia mengirimkan bantuan sarana pengolahan air bersih dan tempat-tempat penampungan para pengungsi. Filipina menawarkan bantuan medis.Sementara AS dan Uni Eropa baru pada tahap rencana indikasi memberikan bantuan bencana untuk NAD-Sumut.Menurut rencana, AS akan menyalurkan bantuan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) sebesar US$ 100 ribu untuk pengadaan dukungan operasi SAR, air minum, survival kits, dan tenda darurat. Kemudian sebesar US$ 2 juta sedang diproses AS, juga melalui PMI, untuk pengadaan sanitasi dan kegiatan lainnya.USAID mengindikasikan bantuan US$ 150 ribu melalui LSM berupa generator, 500 ton beras, 100 ribu unit alat penjernih air.Uni Eropa mengindikasikan akan memberikan bantuan sebesar 300 juta Euro yang merupakan saweran dari sejumlah negara di Eropa.LSM asing seperti Medecins Sans Frontiers dari Belgia akan memberikan bantuan personel SAR, LSM dari Kobe Jepang sudah mengirimkan 400 kg selimut, akan tiba malam ini.
(sss/)











































