PKB: Jika Jokowi Menang, Prabowo Harusnya Ucapkan Selamat, Bukan Menggugat

PKB: Jika Jokowi Menang, Prabowo Harusnya Ucapkan Selamat, Bukan Menggugat

- detikNews
Jumat, 18 Jul 2014 02:56 WIB
Jakarta - Tanggal 22 Juli nanti KPU akan mengumumkan siapa pemenang Pilpires 2014. PKB sebagai partai pengusung pasangan nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) berharap tdiak akan ada gugatan jika 'jagoanya' menang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP PKB Marwan Jafar. Menurut Marwan, saat proses pemungutan suara PIlpres 9 Juli lalu, pasangan Jokowi-JK banyak mendapat kecurangan.

"Pasangan nomor 2 banyak dicurangi. Hampir semua daerah pasangan nomor dua dicurangi disertai intimidasi oleh beberapa ormas," ujar Marwan Jafar saat berbincang dengan detikcom, Kamis (17/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marwan mencontohkan, pencoblosan di Madura, sebagai salah satu kecurangan yang dialami Jokowi-JK. Sebanyak 17 TPS di Madura, tdak ada satupun yang memilih nomor urut dua. Hal ini dinilai janggal oleh kubu Jokowi-JK.

Menurut Marwan, kecurangan yang terjadi di daerah tersebut terstruktur dan masif, bahkan pihak berwajib dinilai tidak berani bertindakj tegas. "Di sana nggak ada pemilu, di coblosin sendiri semua. Itu aparat nggak berkutik," ujarnya.

PIhaknya pun, lanjut Marwan telah melaporkan beberapa dugaan kecurangan tersebut ke Bawaslu. "Sudah laporan ke Bawaslu, dan sudah masuk proses, tapi belum ada tindak lanjut," tandasnya.

Dia pun mengatakan, akan melayani jika nanti kemenangan Jokowi-JK digugat. Namun dia tetap berharap gugatan tersebut tidak ada.

"Kalau toh ada gugatan kita layani dan ada data lengkap. Saya harap nggak ada gugatan dan malaha harusnya ada ucapan selamat dari Prabowo. Pilpres sudah selesai dan saatnya rekonsiliasi. Contoh Fauzi Bowo, sudah kalah di quick count langsung ucapkan selamat," ujarnya.

(jor/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads