Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Mulai Tuntut SBY Turun
Rabu, 29 Des 2004 12:46 WIB
Surabaya -
Aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai disertai tuntutan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Jusuf Kalla turun dari jabatannya. Tuntutan itu diserukan puluhan aktivis Front Perjuangan Rakyat Miskin Surabaya saat aksi di DPRD Surabaya, Jl. Yos Sudarso, Surabaya, Rabu (29/12/2004). Mereka menggelar happening art yang menggambarkan perlawanan rakyat terhadap SBY. Diceritakan, rakyat telah berusaha melalui saluran yang benar meminta SBY membatalkan kenaikan harga BBM. Rakyat yang terdiri dari petani, mahasiswa, karyawan bahkan sampai menyembah-nyembah SBY. Namun karena SBY tak peduli, rakyat akhirnya marah. SBY, yang diperankan oleh demonstran dengan ditempeli tulisan "SBY", akhirnya dikeroyok. Sebagian rakyat menendang "SBY" dan lainnya gantian menginjak-injaknya.Koordinator Lapangan aksi itu, Siswanto dalam orasinya menyerukan seluruh rakyat agar bersatu menolak kenaikan BBM dengan mengepung kantor pemerintahan. Rakyat juga diserukan agar menduduki pompa bensin. Di pompa bensin, rakyat baik buruh, mahasiswa, tukang ojek, pelajar dan pengemudi umum diimbau memaksa pom bensin menjual harga BBM lama.
(iy/)










































