Sidak BPOM kali ini memang difokuskan untuk mencari makanan yang laris pada bulan Ramadan yaitu makanan takjil gorengan seperti sekarang ini. Hasilnya, BPOM menemukan pedagang takjil yang menjual gorengan tahu, baik batagor maupun tahu goreng dari 17 sample, 6 diantaranya positif mengandung formalin.
Kepala Seksi Pemeriksaan Dan Penyidikan BPOM Banten, Lintang Purba Jaya usai sidak menjelaskan kepada detikcom bahwa penyebaran makanan berformalin terutama tahu telah masuk ke Banten sejak tahun 2010. Lintang juga menuturkan sejauh ini usaha pemerintah dalam menghalau masuknya makanan dengan zat berbahaya bagi manusia ini dengan menjalankan Peraturan Daerah (Perda) pangan yang telah diberlakukan di Banten sejak 2013 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lintang kemudian menghimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dalam membeli jajanan tahu. Terlebih pada momentum Ramadan, tahu adalah panganan laris yang bukan hanya dicari untuk dikonsumsi sendiri namun juga dijual kembali sebagai takjil.
"Untuk itu cara mudah membedakan tahu berformalin dengan yang tidak adalah dengan cara menyentuhnya, bila teksturnya terasa teramat kenyal dan kokoh tahu ini bisa dipastikan berformalin, sebab tanpa formalin tahu akan mudah hancur dan tidak tahan lama lebih dari 2 hari," tegasnya.
(jor/jor)











































