'Dr Azahari' Ancam Ledakkan Bom di Semarang

'Dr Azahari' Ancam Ledakkan Bom di Semarang

- detikNews
Rabu, 29 Des 2004 12:26 WIB
Semarang - Seorang penelepon yang mengaku bernama Dr Azahari, buronan teroris di Indonesia, mengancam akan meledakkan PT Sandang Asri Makmur Abadi di Kawasan Industri Tugu, Semarang.Ancaman peledakan bom tersebut dilancarkan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 40 menit. Ancaman pertama dilakukan pada pukul 08.15 WIB. Saat itu telepon diterima oleh resepsionis perusahaan penghasil garmen dan keperluan ekspor itu, Yiyin.Menurut Yiyin, penelepon tersebut mengaku bernama Dr Azahari dan berasal dari Jamaah Islamiyah. "Sebentar lagi bom akan meledak di kantor Anda," kata Yiyin saat menceritakan kejadian tersebut kepada wartawan, Rabu, (29/12/2004).Yiyin yang mengidentifikasikan logat si penelepon seperti logat Malaysia mengaku sempat bertanya kepada si penelepon tersebut. "Saya sempat bertanya 'Dr Azahari siapa?' tapi hanya dijawab 'Pokoknya saya Dr Azahari dari JI'," kata Yiyin.Selang 15 menit kemudian, pukul 08.30 WIB telepon ancaman peledakan bom kembali dilancarkan. Kali ini telepon diterima oleh sekretaris perusahaan tersebut, Erna. Dan, telepon (ancaman) ketiga dilakukan pada pukul 08.55 WIB dan diterima oleh staf akunting, Desi.Pihak perusahaan kemudian melaporkan ancaman tersebut ke Polsek Tugu Semarang dan pihak Polsek kemudian menghubungi Polres Semarang Barat. Aparat keamanan dari Polres dan Polsek baru datang ke lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dan mulai menyisir lokasi pabrik.Penyisiran dilakukan saat karyawan sedang istirahat sehingga tidak terlalu menganggu. Namun, sebagian besar karyawan yang berjumlah 1.500 orang itu justru bertanya-tanya dengan banyaknya aparat keamanan di tempat mereka bekerja.Dua jam kemudian tepat pukul 12.00 WIB, tim Gegana dari Polda Jateng diluncurkan ke lokasi pabrik dan kembali melakukan penyisiran terhadap 20 ruangan di pabrik tersebut. Dari hasil penyisiran ternyata tidak ditemukan bom sama sekali. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads