Akibatnya, median jalan di kedua titik itu akan ditutup permanen untuk area kerja selama empat tahun ke depan. Selain itu akan ada sejumlah rekayasa lalu lintas.
“Untuk penggalian stasiun bawah tanah di koridor tersebut akan berdampak adanya perubahan lajur lalu lintas di kedua titik. Kita kerjasama dengan Dishub DKI dan POlda Metro Jaya untuk pengalihan lalu lintasnya,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami dalam jumpa pers di Hotel Crowne, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, dia menekankan, walau dilakukan penutupan bagian tengah jalan, jumlah lajur di kedua lokasi tersebut akan tetap sama yakni lima lajur regular dan satu lajur khusus bus (busway).
(ros/idh)










































