Ical Terus 'Digoyang', Forum DPD I Golkar Membela

Ical Terus 'Digoyang', Forum DPD I Golkar Membela

- detikNews
Kamis, 17 Jul 2014 21:58 WIB
Jakarta - Kader Partai Golkar lintas generasi 'pro Jokowi' terus menggoyang kepemimpinan Aburizal Bakrie dengan meminta pelaksanaan Munas tahun 2014. Tapi Aburizal tetap dibela loyalisnya termasuk forum DPD Golkar tingkat I.

Juru bicara forum silaturahmi DPD I Golkar, Ridwan Bae menyesalkan usulan pelaksanaan Munas tahun ini yang disuarakan Indra J Piliang termasuk Fahmi Idris. "Kalau dia kader Golkar, jangan membuat statement seakan-akan mempermalukan orang Golkar sendiri, karena dia kader Golkar juga," kata Ridwan saat dihubungi, Kamis (17/7/2014).

Pernyataan ini disampaikan Ridwan menanggapi ucapan Fahmi Idris yang ikut mendorong pergantian Ketum Golkar karena Ical gagal memenuhi janji politinya. Fahmi menyebut Ical tidak merealisasikan janjinya terkait dana abadi Rp 1 triliun, pembangunan kantor DPP Golkar di Slipi, Jakbar termasuk gagalnya Golkar memenangkan Pileg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ridwan menjelaskan, Ical tidak melupakan janji pertama dan keduanya soal dana abadi dan gedung baru DPP. Namun dia menyebut forum DPD I yang justru meminta agar sumber dana partai dioptimalkan untuk pemenangan Pileg dan sosialisasi pencapresan Ical.

"Kita konsentrasi mau dorong dia capres, maka kita bilang konsentrasi di capres dulu jangan pikirkan dana abadi termasuk pembangunan kantor, itu saran DPD I. Ini disampaikan di Kalsel saat pertemuan DPD I se-Indonesia, 3 tahun yang lalu," papar Ridwan.

Ical lanjut dia juga berjuang untuk pemenangan Pileg termasuk mengintensifkan sosialisasi pencalonannya untuk ikut bersaing di Pilpres. Diakui, perolehan suara Golkar pada Pileg tidak sesuai harapan

"Golkar tidak terlalu berperan berperan karena itu lebih banyak mengoptimalkan kerja caleg mengikuti sistem pemilihan suara terbanyak. Tapi Bang Ical juga bekerja maksimal termasuk di Pilpres. Dia sudah keliling daerah menghabiskan waktu dan dana," sambungnya.

Karena itu kegagalan di Pileg menurut dia tidak bisa menjadi tanggungjawab Ical seorang diri. "Tidak adil Bang Ical sendirian yang disalahkan, itu kesalahan kita semua, pengurus dan kader," ujar Ridwan.

Karena itu dia berharap kader muda Golkar yang dimotori Indra Piliang termasuk tokoh senior seperti Fahmi dan Ginandjar Kartasasmita ikut membenahi partai bukan dengan cara mendorong 'penggulingan' Ical.

"Mari kita bicara baik-baik bukan dengan cara suruh mundur, Munas dipercepat atau Munaslub. Saya pikir itu bukan jalan keluar itu makin memperkecil Golkar ke depan," kata Ridwan.

Saling serang antara pengurus dan kader menurutnya malah membuat Golkar semakin terpuruk. "Lebih baik duduk bersama membicarakan langkah ke depan, kami di bawah pasti akan memberikan dukungan," harap Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara.



(fdn/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads