"Saya jelas tidak tahu karena urusan teknis kan saya tidak pernah terlibat, tidak pernah perintah bagi BlackBerry. Apa gunanya bagi-bagi BlackBerry juga tidak jelas kan," ujar Anas usai persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Mengutip keterangan saksi yang dihadirkan di persidangan, pihak penerima BlackBerry juga tidak diketahui identitas jelasnya. "Yang mengambil saja saksi tidak tahu," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur PT Sarana Bangun Cipta Ilham Idli dalam kesaksiannya menyebut Nazaruddin memesan 400 unit BlackBerry untuk dibagikan di Kongres Demokrat. Perusahaan Ilham memang ditunjuk Nazar untuk menyiapkan event organizer untuk keperluan peserta Kongres.
"Waktu pertemuan ketiga, Nazar bilang ada yang bisa iniin (sediakan) BB nggak," kata Ilham bersaksi untuk Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Ilham langsung meneruskan pesanan telepon genggam ini ke rekannya. BlackBerry yang dibeli per unitnya seharga Rp 2,2 juta dengan total pembelian Rp 1 miliar.
Barang yang dibeli kemudian dibawa ke Hotel Garden Permata Bandung yang berdekatan dengan lokasi Kongres PD. "(Itu tempat) kepanitian pemenangan Anas," sebut Ilham dalam persidangan.
(fdn/jor)










































