Abdillah Toha yang merupakan pendiri PAN menjadi juru bicara dalam konferensi pers yang berlangsung di Jl Sisingamangaraja no 5, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (17/7/2014). Para tokoh ini khawatir akan ada kekacauan menjelang dan sesudah penetapan KPU 22 Juli 2014.
"Kami merasa situasi menuntut kedua capres bersedia bertemu dan menyatakan secara bersama bahwa mereka akan menerima hasil keputusan KPU," kata Toha saat membacakan hasil diskusi para tokoh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami percaya masyarakat termasuk kedua calon presiden dan para pendukungnya akan menjaga kodisi damai dan menolak tidakan kekerasan," ujar Toha.
Yang terakhir, para tokoh ini mendesak agar pemerintah dan aparat tetap netral di Pilpres salam menjaga keamanan dan ketertiban.
Deklarasi Gerakan Kemenangan Rakyat ini ditandatangani oleh puluhan tokoh lintas agama, budayawan, akademisi, hingga ekonom. Meski begitu, tidak semua deklarator hadir dalam konferensi pers ini.
Berikut adalah nama-nama deklarator:
Abdillah Toha, Eros Djarot, Gomar Gultom, Abetnego Tarigan, Erry Ryana, Azyumaedi Azra, Addie Muljadi Sumaatmadja, Fikri Jufri, Bagir Manan, Alvin Lie, Irma Hutabarat, Emil Salim, Ananda sukarlan, Ismet Hadad, Faisal Basri, Arifin Panigoro, Endriartono Sutarto, Saparinah sadli, Arswendo Armowiloto, Joko Anwar, Slamet Rahardjo, Atmakusumah Astraamadja, Husein Muhammad, Tini Hadad, Cyril Raoul Hakim, Karlina Supelli, Wanda Hamidah, Dian Hadipranowo, Marco Kusumawijaya, Zumrotin Susilo, Anugerah Pekerti, Nirwan Dewanyo, Endo Suanda, Kartono Muhamad, Nong Darol Mahmada, Haidar Bagir, Lin Che Wei, Nono Anwar Makarim, Solahuddin wahid, Jakob Tobing, Nyak Ubiet Rasuki, Darmin Nasution, Olga Lydia, Franz Magnis Suseno, Goenawan Mohammad, Ahmad Syafi'i Maarif, Emmy Hafild, Butet Kertajasa.
(imk/trq)










































