Tak Terdata, 2.444 WNI di Melbourne Mencoblos dengan Paspor

Tak Terdata, 2.444 WNI di Melbourne Mencoblos dengan Paspor

- detikNews
Kamis, 17 Jul 2014 18:29 WIB
Tak Terdata, 2.444 WNI di Melbourne Mencoblos dengan Paspor
Jakarta - Tim pasangan Jokowi-JK heran dengan membludaknya pemilih yang menggunakan paspor di Melbourne dibandingkan pemilih yang sudah terdata. Pengguna paspor di Melbourne mencapai 2.444 pemilih.

"Setiap pemilih diberikan ruang untuk sampaikan hak pilihnya, tapi jadi catatan kita harus clear. Mengapa pemilih di DPTKb mencapai 2.444 orang?" kata saksi pasangan Prabowo-Hatta, Aziz Subekti dalam rapat pleno di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakpus, Kamis (17/7/2014).

Berdasarkan data yang dipapaprkan, jumlah total pemilih ada 15.857 orang, yang menggunakan hak pilih hanya 6.414 orang. Pemilih dalam DPT 12.506 orang, Dptb 75 orang, DPK 832 orang dan DPKTb 2.444 orang.

Menjawab hal itu, Ketua pokja PPLN Wahid Supriyadi menerangkan banyaknya pemilih yang mencoblos menggunakan pasport atau identitas lain karena banyak WNI ilegal alias belum terdata di Melbourne.

"Saya di Melbourne 7 tahun, jumlah WNI yang legal di sana sekitar 20 ribu dan ilegal 10 ribu. Mereka memang tidak tercatat di konsuler," ujarnya.

"(Membludaknya DPKTb) ini bisa terjadi karena ketika pemilihan mereka hanya membawa paspor," imbuhnya.

Komisioner Bawaslu Nasrullah ikut menanggapi, data besarnya pemilih dalam DPKTb bisa jadi benar. Tapi amat disayangkan karena seharusnya DPKTb bisa diminimalisir dan mereka masuk DPT.

"Semestinya masuk DPT. Jika pemilu legislatif lalu DPK dan DPKTb sudah masuk DPT Pilpres, kok muncul lagi DPKTb? Padahal sudah masuk DPT. Itu jadi catatan dan penjelasannya apa yang jadi penyebab muncul pemilih baru," papar Nasrullah.

Sementara berdasarkan perolehan suara, pasangan Prabowo-Hatta di Melbourne hanya mendapat 778 suara, jauh di bawah Jokowi 5.594 suara.

(bal/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads