LSI Denny JA: Jika Hasil KPU Beda dengan Quick Count, Bawa ke MK

LSI Denny JA: Jika Hasil KPU Beda dengan Quick Count, Bawa ke MK

- detikNews
Kamis, 17 Jul 2014 18:18 WIB
Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA sangat yakin hasil quick count yang memenangkan pasangan capres/cawapres Jokowi-JK. Jika hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) nanti berbeda, hal itu menurut mereka harus dibawa ke Mahkamah Konstitusi.

"Kalau hasil KPU berbeda dengan quick count, ya memang harus dibawa ke Mahkamah Konstitusi. Berarti mungkin ada persoalan, tapi itu bukan wilayah kita lagi sebagai lembaga survei," ucap Peneliti LSI Adjie Faraby.

Pernyataan itu diungkapkan Adjie dalam konferensi pers bertajuk 'Awas! Kriminalisasi Temuan Ilmiah' di kantor LSI di Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (17/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Adjie, pihaknya akan menunggu hasil resmi penghitungan KPU pada 22 Juli mendatang. Jika hasil penghitungan resmi KPU nanti menyatakan pasangan Jokowi-JK kalah, Adjie menyarankan agar persoalan itu dibawa ke MK.

Adjie meyakini, hasil quick count lembaganya dan beberapa lembaga survei lain yang memenangkan pasangan nomor urut 2 seharusnya tidak akan jauh berbeda dengan hasil penghitungan resmi KPU. Ia sendiri mengklaim LSI menggunakan metode yang sangat akurat dalam melakukan quick count.

"Kita (LSI) sudah ratusan kali melakukan survei, quick count, exit poll, hasilnya selalu akurat," tukas Adjie.

Kekhawatiran Adjie bukan tanpa alasan. Ia menilai proses penyelenggaraan pemilu di Indonesia masih belum sempurna. Pihaknya bukan tak percaya pada KPU, tapi khawatir ada celah-celah yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk merusak hasil penghitungan suara di pilpres.

"Kita akui harus fair mengatakan selama ini proses Pemilu di kita memang masih banyak persoalan-persoalan. Jadi wajar saja kalau misalnya ada publik yang meragukan, bahwa ada kemungkinan-kemungkinan kecurangan. Jadi itu bukan hal yang kita hindari, karena kemungkinan itu pasti terjadi," imbuh Adjie.

(bar/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads