Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra yang merupakan Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Aryo PS Djojohadikusumo, mengaku pihaknya harus terus mencermati dan mengawasi penghitungan suara dari tingkat paling bawah hingga paling atas.
“Seluruh TPS, seluruh desa se-Indonesia, terus tingkat kecamatan hingga nasional, pusat,” kata Aryo dalam perbincangan dengan detikcom. “Seluruh KPUD yang ada di Indonesia juga kita awasi.”
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi serupa terjadi di kubu Jokowi-JK. Bahkan secara khusus Jokowi dengan Megawati lusa kemarin bertemu untuk membahas pengamanan suara hasil Pilpres. Sekretaris Pemenangan Jokowi-JK, Andi Widjajanto, menyoroti ada suatu pola penggembosan suara yang mirip saat Pilgub Bali yang lalu.
Jokowi Rabu kemarin secara khusus menyambangi Banten untuk memastikan bahwa tidak ada perubahan suara berdasarkan dengan rekapitulasi tingkat kelurahan, kecamatan dan kabupaten oleh KPU dengan rekapitulasi yang dilakukan internalnya.
“Hasil itu terus dikawal, dipantau, diikuti. Jangan sampai ada satu suara pun yang hilang," tegas Jokowi. Ia menekankan jika ada satu suara saja berkurang, pihaknya akan bertindak tegas. “Akan kita urus. Kita urus sampai Bawaslu!” ujar Jokowi menegaskan lagi.
(brn/dnu)











































