"Saya mendapat tugas pekerjaan melaksanakan kongres, saya dipanggil Pak Nazar untuk kegiatan EO ini, untuk pemenangan kongres Anas," kata Ilham bersaksi untuk Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Permintaan Nazar ini disampaikan sebulan sebelum kongres Demokrat digelar pada Mei 2010. Saat itu, Ilham mengaku dikenalkan dengan Nazar oleh seseorang yang dia lupa namanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembahasan kontrak dengan EO OPAPACI dilakukan di Apartemen Senayan City Residence yang disebut dalam dakwaan jaksa KPK sebagai posko tim relawan pemenangan Anas yang mencalonkan diri sebagai Ketum Demokrat.
"Pak Nazaruddin yang undang (ke apartemen)," sebutnya.
"Tahu itu tempat pemenangan?" tanya jaksa. "Setelah dua kali datang tahu," jawab Ilham.
Total biaya khusus terkait event organizer menurut Ilham mencapai Rp 2,015 miliar. "Anggaran totalnya semua Rp 1,7 miliar totalnya. Ditambah adanya makanan selama acara dan tenda jadi Rp 2,015 miliar," katanya.
Selain bertugas untuk menyambut peserta kongres dari lokasi kongres ke hotel menginap, EO OPAPACI juga membagikan goody bag dan menyediakan tenda berisi buffet makanan yang berada di lokasi kongres.
Keseluruhan biaya tersebut dibayar oleh Nazaruddin. Duit diambil di kantor Permai Group di Warung Buncit, Jaksel.
"Ada dari Bu Yuli (Yulianis), Bu Eva (Evita Ompita Soraya)," kata Ilham menyebut pihak yang menyerahkan duit pembayaran.
(fdn/aan)











































