Dilaporkan ke Polisi, LSI Denny JA: Tindakan Fadli Zon Gegabah

Dilaporkan ke Polisi, LSI Denny JA: Tindakan Fadli Zon Gegabah

- detikNews
Kamis, 17 Jul 2014 16:34 WIB
Dilaporkan ke Polisi, LSI Denny JA: Tindakan Fadli Zon Gegabah
Jakarta - Pihak Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA angkat bicara terkait pelaporan Fadli Zon ke polisi. Mereka menilai tindakan Sekretaris Tim Kampanye Nasional Pemenangan Prabowo Hatta itu sebagai tindakan gegabah.

"Tindakan Fadli Zon gegabah dan ceroboh karena kita tau dia seorang intelektual basicnya akademisi mengapa melaporkan hasil ilmiah," kata Peneliti LSI Adjie Alfaraby.

Pernyataan itu diungkapkan Adjie dalam konferensi pers di kantor LSI di Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (17/7/2014). Acara itu bertajuk 'Awas! Kriminalisasi Temuan Ilmiah'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senin (14/7) lalu, Fadli Zon mendatangi Bareskrim Polri. Ia melaporkan Akbar Faisal dari Timses Jokowi-JK, Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi, dan Direktur Eksekutif LSI Denny JA.

Fadli menuduh Denny JA melalui lembaganya LSI sebagai salah satu pihak yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan mengarah kepada tindakan makar. Hal itu karena LSI mengumumkan lebih awal kemenangan capres/cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla.

Menanggapi pelaporan oleh Fadli, Adjie memandang itu adalah bentuk kriminalisasi terhadap kebebasan akademik. Hasil survei opini publik, exitpoll, dan quick count yang LSI lakukan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan karena didasari metodologi ilmiah.

"Kita telah melakukan survey, exitpoll dan quick count ini selama bertahun-tahun, kenapa baru kali ini dipersoalkan? Kalau ini tidak direspon ini akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi di Indonesia," imbuh Adjie.

Adjie membenarkan LSI Denny JA adalah pihak pertama yang mengumumkan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden baru dalam jumpa pers 9 Juli lalu pukul 14.00WIB. Namun saat itu mereka menegaskan hal itu merupakan hasil exit poll.

Saat itu dari hasil exit poll LSI, Jokowi-JK menang dengan 51.74% mengalahkan Prabowo-Hatta 48.25%. Adjie mengklaim hasil itu akurat karena menggunakan 8.000 responden dengan margin of error +/-

"Pengumuman Jokowi-JK adalah presiden dan wakil iu merupakan hasil exitpoll. Exit poll ini sudah lama kita lakukan 2004-2014. hasilnya akurat. Tingkat akurasinya sangat tinggi dengan metode yang ketat. Kesimpulan yang kita sampaikan bisa kita pertanggungjawabkan karena itu adalah temuan ilmiah," ucap Adjie.
Β 
"Pada saat rilis hasil exit poll kita selalu sampaikan ada disclaimernya, hasil resminya tetap menunggu dari KPU," pungkas Adjie.

(bar/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads