"Dalam proses pelaksanaan kongres saya tidak pernah tahu dan terlibat teknis urusan kongres, oleh karena itu saksi berenam tidak kenal dengan saya, apakah tentang teknisnya atau biaya-biaya untuk pembayaran," kata Anas memberi tanggapan atas keterangan para saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Dalam tanggapannya, Anas juga menyinggung kinerja jaksa KPK menggali informasi mengenai pelaksanaan kongres yang diikuti dua calon ketum lainnya saat itu Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enam orang saksi yang dihadirkan adalah Ilham Idli (Direktur PT Sarana Bangun Cipta), Deni Petrajaya (Finance Manager Hotel Grand Aquila Bandung, Susan Budirty (Sales Manager Topas Hotel Bandung), Pujiningtyas ( PT Bandung Excellent Dwitama Tours and Travel), Rio Abdulrahman (Manager Marketing PT Sarana Bangun Cipta) dan Suparman Manajer Hotel Garden Permata Bandung.
Dalam keterangannya, Ilham mengaku pernah diminta Nazaruddin yang menginginkan perusahaannya menjadi event organizer untuk Kongres Demokrat. Selain itu Ilham juga diminta Nazaruddin membelikan 400 unit BlackBerry masing-masing seharga Rp 2,2 juta yang dibagikan di Bandung.
(fdn/aan)











































