Anas: Saya Tidak Tahu Teknis Urusan Kongres dan Pembayaran

Sidang Kasus Hambalang

Anas: Saya Tidak Tahu Teknis Urusan Kongres dan Pembayaran

- detikNews
Kamis, 17 Jul 2014 14:17 WIB
Anas: Saya Tidak Tahu Teknis Urusan Kongres dan Pembayaran
Jakarta - Anas Urbaningrum mengaku tidak mengetahui teknis pelaksanaan kongres pemilihan ketum Partai Demokrat di Bandung, termasuk urusan kepanitiaan. Anas juga tidak mengetahui biaya yang dikeluarkan dalam pelaksanaan Kongres pada bulan Mei 2010.

"Dalam proses pelaksanaan kongres saya tidak pernah tahu dan terlibat teknis urusan kongres, oleh karena itu saksi berenam tidak kenal dengan saya, apakah tentang teknisnya atau biaya-biaya untuk pembayaran," kata Anas memberi tanggapan atas keterangan para saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (17/7/2014).

Dalam tanggapannya, Anas juga menyinggung kinerja jaksa KPK menggali informasi mengenai pelaksanaan kongres yang diikuti dua calon ketum lainnya saat itu Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin menyampaikan juga sebagai tanggapan karena kandidatnya 3, sesungguhnya proses yang sama ada pada dua kandidat lain, inilah yang memang tidak jadi perhatian jaksa karena pak jaksa tidak dapat bahan dari penyidik," tuturnya.

Enam orang saksi yang dihadirkan adalah Ilham Idli (Direktur PT Sarana Bangun Cipta), Deni Petrajaya (Finance Manager Hotel Grand Aquila Bandung, Susan Budirty (Sales Manager Topas Hotel Bandung), Pujiningtyas ( PT Bandung Excellent Dwitama Tours and Travel), Rio Abdulrahman (Manager Marketing PT Sarana Bangun Cipta) dan Suparman Manajer Hotel Garden Permata Bandung.

Dalam keterangannya, Ilham mengaku pernah diminta Nazaruddin yang menginginkan perusahaannya menjadi event organizer untuk Kongres Demokrat. Selain itu Ilham juga diminta Nazaruddin membelikan 400 unit BlackBerry masing-masing seharga Rp 2,2 juta yang dibagikan di Bandung.

(fdn/aan)


Berita Terkait