Nah, bagi para calon pemudik, bersiaplah untuk menghadapi cuaca yang kurang bersahabat ini. BMKG menyarankan para pemudik menyiapkan fisiknya agar tetap prima sehingga perubahan cuaca yang cukup ekstrem tak mengganggu kesehatan.
"Siapkan ketahanan tubuh. Apalagi pemudik yang pakai motor kalau tidak dibekali fisik yang kuat, kasihan di jalan," kata Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Ahmad Zakir saat dihubungi detikcom, Kamis (17/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya masih akan seperti sekarang ini. Kadang pagi panas, tiba-tiba siang hujan lebat, namun 10 menit kemudian reda. Ya, fluktuatif seperti itu," terangnya.
Sementara untuk angin, menurut Zakir, tidak akan menimbulkan gangguan khusus bagi pemudik. Angin kencang diprediksi hanya akan terjadi dalam cakupan kecil.
"Angin sifatnya durasinya singkat, paling 1 menit dan sangat lokal. Misalnya hanya di RT tertentu saja," papar Zakir.
Sementara untuk jalur laut, gelombang laut masih cukup tinggi mencapai sekitar 2 meter. Namun menurutnya, gelombang tersebut masih dapat dilintasi kapal-kapal besar yang mengangkut para pemudik.
"Nanti akan ada imbauan dari pelabuhan masing-masing," katanya.
Secara klimatologi, bulan September, Indonesia sudah memasuki musim hujan. Sehingga saat ini uap air di udara masih banyak. "Berarti fluktuasi hujan saat ini juga masih banyak," katanya.
"Tapi secara umum cuaca kondusif. Masih sangat memungkinkan dilalui pemudik," tutup Zakir.
(kff/nrl)











































