Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo-Hatta, Mahfud Md, mengaku tidak mau terpengaruh pada hasil-hasil lembaga survei yang melakukan hitung cepat atau quick count. “Yang penting kan real count,” kata Mahfud saat berbincang dengan detikcom, Kamis
Mahfud mengatakan hasil-hasil quick count juga ada yang mengunggulkan Prabowo-Hatta. Di sejumlah daerah pasangan capres-cawapres nomor urut satu itu meraih kemenangan.
Namun begitu pihak mau begitu saja menyandarkan pada hasil hitung cepat. “Kami mengacunya pada real count, tidak berpegang pada hasil lembaga-lembaga survei dengan hasil quick count-nya,” ujar Mahfud.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini tidak mau berbicara keyakinan soal Prabowo-Hatta bakalan menang. “Tidak mau bicara yang mengandung provokasi, sama KPI juga dilarang,” kata Mahfud. “Kalau bicara keyakinan, kami yakin kepada Allah memberikan yang terbaik untuk bangsa ini,” tutur Mahfud.
Mayoritas lembaga survei yang melakukan hitung cepat pada Pilpres 9 Juli lalu mengunggulkan pasangan Jokowi-JK. Sebanyak delapan lembaga memenangkan Jokowi-JK dengan rata-rata selisih suara 4-5 persen. Adapun empat lembaga memenangkan kubur Prabowo-Hatta dengan beda hasil suara rata-rata 1 persen. Dari empat lembaga tersebut, dua lembaga yaitu Puskaptis dan JSI bermasalah dalam melakukan hitung cepat dan mendapat sanksi keras.
(brn/dnu)











































