General Manager Pertamina Marketing Operation Regional IV Jateng dan DIY, Subagjo Hari Moeljanto mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya, titik padat dari permintaan masyarakat akan BBM dan LPG di wilayah Jateng dan DIY akan terjadi pada 10 hari sebelum dan sesudah Lebaran.
"Kita mau antisipasi agar tidak ada kekurangan. LPG meningkat dari tahun pertahun walau ada pembatasan atau kuota, kita antisipasi kebutuhan Lebaran tercukupi, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," kata Subagjo di Sakapatat Garden & Resto Semarang, Rabu (16/7/2014) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Membentuk sekitar 20 SPBU Kantong untuk memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tanki. Yaitu menambah jumlah mobil tanki 20 persen dari yang digunakan harian, kita tempatkan stand by mobil tangki penuh dengan isinya, yaitu premium untuk antisipasi kemacetan. Nanti ditentukan titik mana saja yang rawan," tandas Subagjo.
"Menambah waktu pelayanan semua Terminal BBM dan jika mulai terjadi kemacetan, pengiriman BBM dialihkan malam hari," imbuhnya.
Sementara itu untuk LPG, dilakukan penambahan stock LPG sebanyak 12 persen dari kebutuhan normal bulanan atau konsumsi rata-rata normal 67.544,879 MT/bulan atau sekitar 22.514.960 tabung.
"Kepada Agen Elpiji serta SPBBE atau SPBE diinstruksikan tetap buka pada hari libur," tegasnya.
Selain itu PT Pertamina juga mengantisipasi persediaan avtur karena dimungkinkan ada extra flight di bandara Ahmad Yani, Adisutjipto, dan Adisumarmo dengan meningkatkan suplai avtur sebanyak 12 persen.
"Untuk mengantisipasi extra flight yang kemungkinan terjadi pada H-4 sampai H+4 sebesar 4 persen perhari dengan menambahkan ritasi mobil tangki avtur," tandas Subagjo.
(alg/ndr)










































