Penculikan itu terjadi saat gadis cilik itu sedang bermain di wahana Fun Word Multimart, Megamall, Kecamatan Wenang, Manado, Selasa (15/7/2014) malam. Aksi kedua penculik sempat terekam CCTV pusat perbelanjaan terbesar di Manado ini.
Dalam laporan yang dibuat ibu korban Suni Indah Yani (21), warga Kelurahan Banjer Lingkungan II Kecamatan Tikala, anaknya memang dititipkan di wahana tersebut karena dia harus bekerja di salah satu butik di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yani mengisahkan, sore hari sebelum kejadian, anaknya sempat tidur dan terbangun untuk membeli takjil berbuka puasa bersama ayahnya di restoran cepat saji. Usai berbuka, Naura kembali dititipkan di wahana permainan itu.
"Jam 18.30 WIT, dia masih terlihat bermain, tapi setengah jam kemudian sudah tidak terlihat. Saya mulai panik dan mulai mencarinya," ujar Yani.
Lanjutnya, malam itu sudah berbagai upaya pencarian dilakukan bersama suami untuk mencari Naura. Salah satunya dengan mendatangi Managemen Multimart agar bisa memperlihatkan rekaman CCTV sebelum anaknya tidak terlihat lagi.
"Tapi kami malah ditolak sampai akhirnya harus membuat laporan sebagai bukti resmi kehilangan anak," tuturnya lagi.
Sementara itu, dalam rekaman CCTV yang sudah diperoleh kepolisian terlihat korban yang menggunakan gaun putih coba dikeluarkan seorang lelaki yang menggunakan kaus kuning dan bercelana pendek hitam. Seorang anak perempuan juga terlihat di wahana permainan tersebut.
Korban pun berlari keluar dari wahana lalu disusul wanita yang menggunakan jersey sepakbola berwarna putih. Sempat hilang dari rekaman, tak berapa lama kemudian pelaku berjalan kembali masuk ke dalam wahana sambil memegang tangan korban.
Selanjutnya, terlihat pelaku meninggalkan wahana dengan menggandeng korban, yang disertai lelaki yang mengendong anak perempuan lainnya. Kapolresta Manado Kombes Pol Sunarto mengatakan masih akan melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi.
"Masih akan dipelajari dulu rekaman CCTV-nya," kata Sunarto.
Sunarto mengatakan, ada unsur keteledoran dari kedua orang tua korban yang meninggalkan anak tanpa penjagaan kerabat atau orang dekat di tempat umum. "Tapi bisa saja dimaklumi karena kedua orang tuanya bekerja. Mudah-mudahan anggota saya cepat mengungkap kasus ini," pungkas Sunarto.
(vid/vid)











































