SM (36), perempuan penjual telur rebus busuk yang ditemui di Pasar Kebun Kembang mengatakan, telur-telur rebus busuk tersebut dipasok oleh seseorang asal Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Oleh SM, telur-telur busuk tersebut kemudian dijual dengan harga Rp 3.000 per 15 butir.
"Harganya Rp. 3000 satu plastik, isinya 10-15 butir. Saya cuma menjual, telurnya dikirim dari Cimande. Sehari saya diupah (Rp) 15 ribu," kata SM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Bambang Budianto mengaku baru menemukan kasus penjualan telur rebus busuk tersebut. Untuk itu, pihaknya berjanji akan mengembangkan temuan tersebut dan menggandeng Polres Bogor Kota untuk melakukan tindakan tegas terhadap penjual dan pemasok telur busuk tersebut.
"Kepada pedagang, sementara kita beri peringatan dan beri sanksi larangan berjualan. Sementara untuk pemasok, kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangkapnya," kata Bambang.
Ia berharap, agar setiap pelanggaran yang merugikan konsumen bisa ditindak sesuai UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
(mad/ndr)











































