Prabowo Hatta Unggul di Lamongan

Prabowo Hatta Unggul di Lamongan

- detikNews
Rabu, 16 Jul 2014 20:19 WIB
Lamongan - Aksi protes mewarnai rekapitulasi suara Pilpres tingkat kabupaten yang digelar oleh KPU Lamongan, Rabu (16/7). Protes muncul dari saksi pasangan capres nomer urut dua yang mempertanyakan soal pencoblosan suara sebanyak 2 kali yang menurut mereka terjadi di Kecamatan Solokuro.

Tanda-tanda batas adanya aksi protes, ini telah nampak saat pihak KPU Lamongan membuka acara rekapitulasi di tingkat kabupaten yang juga dihadiri PPK dan juga Panwaskab Lamongan.

Salah seorang saksi capres nomor 2, Saiffudin Zukri mengatakan, pihaknya mempertanyakan ketegasan Panwaskab dan KPU soal kasus coblos dua kali yang menurut mereka terjadi di TPS 4 dan 5 kecamatan Solokuro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi yang bersangkutan tertangkap tangan dan telah diproses oleh pihak Panwascam," katanya.

Mendapat protes ini, pihak KPU Lamongan pun melakukan klarifikasi dari pihak Panwaskab dimana ketua Panwaskab, Tony Wijaya membenarkan dan meminta penjelasan pada Mustakim kepala devisi penindakan Panwaskab Lamongan.

"Yang pasti ada dugaan kuat terjadi pelanggaran pemilu," ungkap Mustakim.

Setelah protes tersebut ditanggapi kemudian diambil langkah atas kesepakatan bersama antara KPU, Panwaskab dan saksi. kesepatan yang diambil adalah melakukan hitung ulang perolehan suara di 2 TPS yang diprotes oleh saksi pasangan Jokowi JK, yaitu TPS 4 dan TPS 5 Desa/ Kecamatan Solokuro.

Sementara itu, pembacaan hasil rekap tingkat kecamatan di KPU Lamongan ini mendapat penjagaan ekstra ketat dari pihak Kepolisian. Ketatnya penjagaan pihak kepolisian ini nampak dari pemeriksaan setiap pengunjung yang masuk ke kantor KPU Lamongan yang terletak di jalan Basuki Rahmat Lamongan.

Dari data yang diterima dari KPU Lamongan, diketahui kalau pasangan Prabowo Hatta unggul di Lamongan dengan perolehan suara sebesar 368.586 suara. Sementara, pasangan Jokowi JK mendapat suara sebesar 342.249 suara. Tingkat partisipasi warga Lamongan pun terbilang cukup tinggi yaitu mencapai 65,42 persen dengan jumlah surat suara tidak sah sebanyak 8.186.

(bdh/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads