Panwaslu Selidiki Dugaan Perusakan Surat Suara oleh KPPS di Sukoharjo

Panwaslu Selidiki Dugaan Perusakan Surat Suara oleh KPPS di Sukoharjo

- detikNews
Rabu, 16 Jul 2014 19:32 WIB
Panwaslu Selidiki Dugaan Perusakan Surat Suara oleh KPPS di Sukoharjo
Ilustrasi/ Dok Detikcom
Solo -

Sebuah rekaman video berisi dugaan kecurangan penghitungan suara diunggah di situs Youtube. Dugaan kecurangan dengan merusak kartu suara yang memilih salah satu pasangan capres cawapres itu terjadi di TPS 01 Desa Dukuh, Mojolaban, Sukoharjo. Panwaslu setempat sudah melakukan pemeriksaan dan menemukan indikasi terjadinya kecurangan.

Ketua Panwaslu Kabupaten Sukoharjo, Subakti A Sidik, mengaku kaget ketika melihat ada tayangan tersebut karena sebelumnya pihak Panwaslu merasa tidak mendapat laporan mengenai adanya kecurangan. Dengan demikian, ketika perhitungan suara di TPS tersebut, para saksi maupun warga tidak mengetahui atau tidak memprotes adanya kecurangan itu.

"Kami sudah memanggil pengambil gambar, PPL dan Ketua KPU untuk klarifikasi. Hari ini kami juga memanggil petugas KPPS setempat. Indikasi kecurangan berdasarkan video itu memang ada, tetapi kami masih melakukan penyelidikan dan klarifikasi sehingga belum bisa memutuskan apakah perlu pemungutan suara ulang atau tidak di TPS tersebut," papar Subakti, Rabu (16/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sebuah rekaman berdurasi lima menit lima belas detik yang diunggah di Youtube pada 13 Juli 2014, terlihat seorang anggota KPPS perempuan bertugas membuka kartu suara yang masih terlipat kemudian dibuka dan selanjutnya diserahkan ke petugas lain untuk diperlihatkan kepada saksi dan masyarakat yang menyaksikan penghitungan suara.

Nampak jelas dalam rekaman video, petugas itu tidak hanya membuka kertas suara tetapi juga mengamati posisi coblosan kartu. Sejumlah kartu yang mencoblos pasangan tertentu lalu disisihkan. Setelah itu kartu itu ditumpuki kartu lain selanjutnya si petugas merusak kartu yang berada di bawah dengan kukunya. Hal itu dilakukan berkali-kali.

Berdasarkan data Panwas, DPT di TPS tersebut mencapai 490 orang. Dari hasil penghitungan, seluruh warga yang terdaftar di DPT menggunakan hak suaranya. Pasangan Prabowo - Hatta Rajasa memperoleh 83 suara dan Joko Widodo - Jusuf Kalla memperoleh 373 suara. Sedangkan kartu yang dinyatakan rusak mencapai 34 kartu.

Sementara, KPU Kabupaten Sukoharjo hari ini telah melakukan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Pilpres 2014. Terkait adanya temuan dugaan kecurangan tersebut, pihak KPU menegaskan rekapitulasi suara di KPU yang disahkan hari ini tetap dinyatakan sah. Namun khusus untuk TPS bermasalah tersebut, KPU masih menunggu rekomendasi Panwaslu.

"Tetap sah. Jika di kemudian hari Panwaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang di TPS itu maka datanya tinggal diubah sesuai hasil pemungutan suara ulang tersebut," jelas Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo, Kuswanto.

Kuswanto mengatakan selama ini pihaknya tidak mengetahui adanya dugaan kecurangan tersebut. Saat penghitungan suara, semua saksi dari dua pasangan capres cawapres juga bisa menerima hasilnya. Saat pleno di tingkat PPS maupun PPK, masalah tersebut juga tidak terungkap. "Dugaan kecurangan itu baru diungkap Panwaslu saat pleno di KPU tadi," lanjutnya.

(mbr/try)


Berita Terkait