"Sudah saya sampaikan sikap Indonesia selama ini yang menentang, mengecam tindakan Israel ini dan mendesak agar gencatan senjata segera diterapkan," terang Marty di Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta, Rabu (16/7/2014).
Marty juga menyampaikan agar bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina segera disalurkan, juga kepada korban yang bertahan di Gaza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui 12 roket jatuh di Graha Tahfidz Daarul Quran Indonesia membuat bangunan yang baru sehari beroperasi itu porak poranda.
"Rumah kami juga rata dengan tanah," lapor Abdillah Onim dalam rilis yang dikirim PPPA Daarul Quran yang diterima, Selasa (15/7).
Padahal, tutur Koordinator Graha Tahfidz Daarul Quran Indonesia itu, sejak 11 bulan lalu sudah mensterilkan titik pelontar roket dari sekitar Graha Daqu.
"Sebelum membangun Graha Tahfidz Qur’an Indonesia di sini, saya sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Kami minta para pejuang memindahkan pelontaran roket dari sekitar sini. Sebab, Israel akan membalas menyerang asal roket yang mengenai wilayahnya dengan serangan yang menghancurkan," ungkap Abdillah Onim.
Graha Tahfidz Quran Indonesia mulai diroket pada Senin, 7 Juli 2014, yang menghancurkan akses jalan, tembok luar, kaca-kaca, dan sebagian atap bangunan. Namun sudah tidak kondusif untuk dipakai para santri Penghafal Quran. Bahkan seorang wali santri yang bernama Abu Jabal Basliqy, tewas terkena roket ketika tengah menumpang mobil di Gaza City.
(mad/ndr)











































