"Setiap kendaraan bisa dideteksi jenisnya, kemudian apakah dia pakai OBU (on board unit) atau tidak. Tapi sistemnya masih kesulitan untuk baca pelat nomor kendaraan dengan sempurna," kata Marketing Director PT Alita Praya Mitra, Nia Djamhur, di Jakarta, Rabu (16/7/2014).
PT Alita Praya Mitra adalah partner lokal perusahaan Kapsch, yang menjadi pelaksana teknis uji coba selama tiga bulan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak pelat yang dibengkokkan, dimodifikasi dan dipasang bingkai di Jakarta ini. Itu tantangan bagi kami karena yang harus dilakukan adalah merekam pelat nomor tersebut dengan jelas. Makanya selama 3 bulan ini akan kami coba terus untuk fine tunning sistemnya," ungkap Nia.
Nia berjanji akan terus melakukan penyempurnaan pada sistem teknologi agar bisa berfungsi dengan baik. Ia berpendapat saat ini tidak ada kendala lain yang berarti selain soal pelat kendaraan yang sulit dibaca karena tidak standar.
Sistem ERP dilaksanakan untuk mengurai kemacetan yang sudah akut di Ibukota. Adanya program jalan yang berbayar dengan tarif Rp 25 ribu β Rp 100 sekali lewat itu diharapkan bisa mengurangi volume kendaraan yang melintas hingga ditargetkan bisa menjadi 1.500 kendaraan per jam di sepanjang ruas Jalan Sudirman.
(ros/aan)











































