Koalisi Joko Widodo-Jusuf Kalla mengaku tak risau dengan keberadaan koalisi permanen yang digagas pengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan parpol pendukungnya. Koalisi permanen dianggap suatu kewajaran yang tak perlu dikhawatirkan.
"Wajar saja koalisi permanen, bahwa jika dalam posisi lemah tunjukkan kuat dan jika posisi kuat tunjukkan lemah. Kita perlu melihatnya apakah koalisi permanen itu sedang menempatkan diri dalam posisi kuat atau posisi lemah," ujar timses Jokowi JK, Fahmi Habcy, Rabu (16/7/2014),
Menurut Fahmi, koalisi permanen adalah respon dari kekhawatiran kubu Prabowo-Hatta bila Jokowi-JK nantinya diputuskan sebagai pemenang Pilpres. Koalisi permanen lanjut Fahmi dibentuk atas dasar perhitungan politik guna meningkatkan posisi tawar parpol yang bergabung di dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokusnya saat ini energi seluruh kader partai koalisi dan relawan lebih bermanfaat mengamankan kemenangan dan menghadang kecurangan. Koalisi permanen itu dipikirkan setelah tanggal 22 Juli, atau pas halal bihalal," tambahnya.
(fiq/fdn)











































