Ini Pesan Linda Gumelar Agar Ospek Jauh Dari Kekerasan

Ini Pesan Linda Gumelar Agar Ospek Jauh Dari Kekerasan

- detikNews
Selasa, 15 Jul 2014 23:25 WIB
Ini Pesan Linda Gumelar Agar Ospek Jauh Dari Kekerasan
Jakarta, - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar berharap masa orientasi siswa atau ospek diisi dengan program yang lebih bermanfaat tanpa ada kekerasan. Materi pendidikan yang baik dalam ospek menurutnya bisa membentuk karakter siswa.

"Saya kira ospek sangat bermanfaat. Tapi, dilakukan dengan program yang membentuk karakter jiwa sebagai pemimpin seperti pemahaman tentang pancasila. Jadi tidak perlu diisi dengan budaya kekerasan," ujar Linda usai acara buka puasa bersama dengan anak jalanan di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (15/7/2014).

Selain pemahaman pendidikan, materi ospek yang benar bisa mengarahkan para siswa masuk ke tahap dewasa. Dia pun menekankan tidak perlu ada instruksi berlebihan seperti pemakaian busana serta aksesoris aneh saat di area sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak perlu seperti mengajari siswa baru memakai baju aneh-aneh seperti kaos kaki warna-warni atau rambut dikepang dan lain sebagainya. Tetapi materinya dirubah dengan pemberian pemahaman hak dan kewajiban mereka," tuturnya.

Linda pun memberikan saran kepada pihak sekolah agar bisa memberikan rasa nyaman bagi siswa baru yang mau masuk. Pihak sekolah seharusnya bisa memprioritaskan kepentingan para siswa baru agar lebih rajin masuk sekolah.
"Kita harus bisa beri semangat positif, misalnya murid kelas 3 SMP yang hendak masuk SMA jangan diberi ketakutan di bangku SMA, tetapi berikan mereka semangat belajar agar rajin bersekolah," katanya.

Memasuki tahun ajaran baru, masih ada cara ospek yang diberlakukan pihak sekolah kepada siswa baru. Pengenalan orientasi siswa ini dilakukan dengan cara yang macam-macam. Para siswa baru mesti mengikuti instruksi seniornya yang biasanya perintah aneh-aneh dari busana pakaian dan cara penampilan. Cara perkenalan ospek ini kadang memakai cara kekerasan seperti yang dilakukan senior terhadap juniornya dalam kasus tewasnya salah seorang siswa SMA 3 Jakarta yang mengikuti peloncohan kegiatan pecinta alam.

(edo/hat)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini