"Semua clear. Bisa kutunjukkan. Dari sisi metodologi dan pendanaan sudah jelas kita sampaikan. Sampling menggunakan random sampling di 2.000 TPS," ujar Nico saat diwawancarai di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa (15/7/2014).
Nico menyebut pendanaan Populi berasal dari internal Yayasan Populi Indonesia. "Ada juga kerja sama yang sifatnya tidak mengikat seperti donasi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data tersebut meliputi daftar TPS dan data hasil hitung cepat yang sudah diverifikasi dengan C1. Dokumentasi terkait proses training tim riset, persiapan multistage, instrumen sampai dengan pelaksanaan riset juga turut dilampirkan.
Pada tanggal 9 Juli 2014, Populi Center merilis hasil hitung cepat yang melibatkan sedikitnya 2200 orang tersebut. Populi mengunggulkan pasangan Jokowi-JK dengan selisih suara berkisar 2 persen.
Hasil ini sedikit berbeda dengan enam lembaga survei lain yang mengunggulkan kandidat yang sama dengan selisih elektabilitas berkisar 5 persen. Keenam lembaga tersebut adalah CSIS, Cyrus Network, LSI, SMRC, Indikator Politik, dan Poltracking.
Besok, Rabu (8/7), Dewan Etik Persepi akan mengaudit lembaga survei Pol Tracking dan Jaringan Suara Indonesia. Audit tertutup di Hotel Sari Pan Pacific akan dimulai pukul 09.00 WIB.
(fdn/fdn)











































