Ada dua sekolah yang menjadi lokasi blusukan Pak Menteri, Selasa (15/7/2014). Pertama M. Nuh dan Rombongan mengunjungi SMP Negeri 1 Jayapura. Begitu sampai, menteri langsung disambut ratusan siswa SD dan SMP yang berbaris rapi sambil menyanyikan lagu khas daerah Papua.
Cuaca yang mendung tidak menyurutkan semangat anak anak tersebut menyambut rombongan Kemdikbud. Beberapa diantara mereka bahkan berebut meminta tanda tangan Pak Menteri sebagai kenang kenangan.
"Ayo, yang rapi, jangan berebut," ujar M. Nuh sambil membubuhkan tanda tangannya di buku salah seorang siswi.
Mendikbud kemudian melakukan kroscek pendistribusian buku pelajaran di sekolah tersebut. Sekitar 4 ribu buku untuk 10 mata pelajaran telah siap dibagikan oleh pihak sekolah kepada murid-murid secara cuma-cuma.
"Buku ini kami (Kemendikbud) beli dari percetakan sebesar Rp 15 ribu dan didistribusikan ke seluruh sekolah yang ada di Indonesia. Padahal kalau diperjualbelikan di toko buku, buku pelajaran seperti ini dapat dihargai Rp 50 ribu," kata Nuh sambil melihat buku-buku yang dipamerkan.
Pemandangan yang sama juga tersaji di SMP SMK YPK PAULUS DOK V, Jayapura. Buku pelajaran tersebut tampak siap untuk dibagikan kepada para siswa.
"4 ribu buku ini baru untuk satu semester saja. Ada sekitar 249 jutaan lebih buku pelajaran gratis yang akan didistribusikan ke sekolah sekolah yang ada di seluruh Indonesia," ungkapanya.
Menurut Nuh, hal ini merupakan salah satu implementasi kurikulum 2013 bagi para siswa sekolah dari tingkat SD hingga SMA.
Isi buku yang lebih banyak mengajarkan kepada aktivitas pun dianggap sudah sesuai dengan tujuan kurikulum 2013 yang menginginkan partisipasi aktif siswa dalam memahami pelajaran.
Dengan begitu aktivitas belajar mengajar tidak terpaku pada cara mengajar text book yang selama ini dilakukan.
"Diharapkan dengan lancarnya distribusi buku pelajaran dapat memotivasi bidang lainnya untuk lebih bersemangat memperbaiki diri," kata Nuh.
(rni/fdn)











































