Dorong Percepatan Munas, JK Tak Ingin Ambil Alih Kursi Ical

Dorong Percepatan Munas, JK Tak Ingin Ambil Alih Kursi Ical

- detikNews
Selasa, 15 Jul 2014 20:39 WIB
Dorong Percepatan Munas, JK Tak Ingin Ambil Alih Kursi Ical
Jakarta - Cawapres Jusuf Kalla ikut mendorong percepatan musyawarah nasional (Munas) Partai Golkar untuk mengevaluasi kepemimpinan Aburizal Bakrie. Tapi JK menegaskan dirinya tidak berniat mengambil alih kursi Ical.

"Saya ndaklah, kan sudah pernah," ujar JK usai menghadiri tahlilan di rumah politisi senior Golkar Ginandjar Kartasasmita, Jl. Daksa 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,Selasa (15/7/2014).

JK sendiri mengaku telah mengantongi nama calon untuk diusulkan menjadi pengganti Ical. Namun JK masih belum mau mengungkapkannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada, rahasialah. Ada syaratnya, harus berpengalaman di Golkar. Aktif di pengurus pusat 5 tahun," sebut dia.

Sementara itu politikus senior Golkar Ginandjar Kartasasmita mengatakan peralihan kepemimpinan Golkar harus sesuai AD/ART partai. Namun dia berharap Munas Golkar bisa digelar sebelum bulan Oktober 2014.

"Munas sebelum Oktober, sedapat mungkin agak jauh kesini, bisa menyesuaikan agenda politik nasional, pergantian legislatif, pergantian pemerintah," kata Ginandjar.

Wacana percepatan Munas bukan tanpa alasan. Ginandjar menyebut percepatan munas pernah terjadi era kepemimpinan JK.

"Kita harapkan, pimpinan DPP Golkar sekarang legowo. Demi partai," sambung Ginandjar.

Ginandjar juga mengomentari pemecatan 3 kader muda Golkar yakni Agus Gumiwang, Nusron Wahid dan Poempida Hidayatulloh. Menurutnya pemecatan itu hanya di atas kertas.

"Pecat hanya di atas kertas, tidak ada pemecatan. Statusnya masih anggota," tegasnya.



(ear/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads