Persepi Akan Keluarkan Puskaptis dari Keanggotaan

- detikNews
Selasa, 15 Jul 2014 20:33 WIB
Jakarta -

Ketua Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi), Hamdi Muluk, akan mengeluarkan Pusat Kajian dan Perkembagan Strategis (Puskaptis) dari keanggotaan lantaran menolak untuk hadir dalam audit hasil hitung cepat Pilpres 2014.

"Sanksinya akan kita keluarkan. Kalau tidak mau diaudit, itu kan berarti tidak patuh terhadap organisasi," ujar Hamdi Muluk ketika diwawancarai di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Lebih jauh ia menambahkan sikap tidak kooperatif yang ditunjukkan Puskaptis menimbulkan dugaan ada sesuatu yang ditutupi. Hasil sigi Puskaptis pun tidak dapat dipercaya tanpa proses investigasi dari tim auditor. Padahal, masyarakat perlu mengetahui mana hasil hitung cepat yang dapat dijadikan acuan.

"Masyarakat perlu tahu hasil yang benar, agar tidak bingung," tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Puskaptis Husin Yazid membalas pesan singkat undangan Persepi dan mengatakan tidak mau menghadiri audit dengan dalih menunggu hasil penghitungan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Jangan KPU disandera untuk membenarkan perbuatannya Yazid. Kalau Yazid menolak, apa yang bisa kita katakan tentang lembaganya itu, tentang hasil kerjanya itu? Jadi kita tidak bisa menilai hasil itu," imbuhnya.

Minggu lalu, Puskaptis merilis hasil hitung cepat Pilpres 2014 yang mengunggulkan pasangan Prabowo-Hatta dengan tingkat elektabilitas 52,05 persen jauh di atas pasangan Jokowi-JK yang memperoleh 47,95 persen. Hasil tersebut berbeda dengan enam lembaga survei lainnya di bawah naungan Persepi, yang mengunggulkan pasangan Jokowi-JK dengan selisih berkisar 5 persen. Keenam lembaga tersebut adalah CSIS-Cyrus Network, LSI-SMRC, Indikator Politik, dan Poltracking.

(dnu/dnu)