Ramadan dan Piala Dunia Sumbang Untung Pedagang Tanah Abang

Ramadan dan Piala Dunia Sumbang Untung Pedagang Tanah Abang

- detikNews
Selasa, 15 Jul 2014 16:36 WIB
Jakarta - Jelang lebaran merupakan musim panen bagi para pedagang. Tak terkecuali pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pusat grosir tekstil terbesar se Asia Tenggara ini semakin dipadati pembeli saat bulan Ramadan seperti saat ini. Omset mereka otomatis naik. Tak tanggung-tanggung, beberapa pedagang mengaku kenaikan omsetnya mencapai 100% dari hari biasa.

"Kalau dibanding bulan-bulan sebelumnya, kenaikan omset sampai 100%. Atau mungkin lebih," kata pedagang kerudung, Simran Kumari di Blok B Pasar Tanah Abang, Jl Jatibaru, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014).

Simran mengatakan, selama bulan Ramadan ini, penghasilannya rata-rata mencapai Rp 5 juta per hari. Sementara pada hari biasa, sekitar Rp 2-3 juta per hari.

"Kalau dibandingkan puasa tahun lalu, penghasilan sekarang turun," katanya.

Ia sendiri tak tahu pasti apa penyebab omsetnya menurun. Namun yang pasti, kata dia, penurunan omset tak hanya dialaminya, namun juga dialami pedagang-pedagang lain.

"Mungkin karena pilpres, orang sibuk ngurusin kampanye," ucap pria asal Padang ini.

Tahun ini, pengiriman Simran ke daerah lain juga berkurang. Jika biasanya setiap hari selalu mengirimkan kerudung sedikitnya ke 3 tujuan, kini hanya 1 tujuan.

"Tujuan saya rata-rata Indonesia timur. Kebanyakan dari Makassar," ucapnya.

Tak hanya Simran, pedagang-pedagang lain juga mengatakan hal serupa. Bahkan menurut mereka, seminggu sebelum Ramadan, para pedagang ini telah banjir order.

"Kalau yang dari luar daerah seminggu sebelumnya udah banyak minta kirimin," kata pedagang busana muslim, Deros.

Penghasilan Deros lebih tinggi lagi. Setiap harinya ia bisa mengantongi uang rata-rata Rp 8-10 juta dalam bulan Ramadan ini. Sementara pada hari biasa, ia bisa meraup sekitar Rp 4 juta per hari.

Tak hanya pedagang pakaian muslim, pedagang kaos bola juga meraup berkah atas gelaran Piala Dunia. Meski tak sebesar pedagang pakaian muslim, mereka mengaku meraup untung yang lumayan.

"Jersey lagi laku banget. Terutama tim yang besar-besar seperti Jerman, Brazil, Argentina," kata Heri.

Ia memang tak khusus menjual kaos bola. Namun untuk eceran, kaos bola paling laris. Sementara kaos-kaos biasa, rata-rata dijual grosir.

"Ya kenaikan sampai 50% ada. Omset saya Rp 8 jutaan," katanya sambil mengepak dagangan.

(kff/ndr)


Berita Terkait