YLKI Nilai Iklan Kampanye Subsidi BBM Menyesatkan

YLKI Nilai Iklan Kampanye Subsidi BBM Menyesatkan

- detikNews
Rabu, 29 Des 2004 03:52 WIB
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai iklan mengenai subsidi BBM yang dimuat di beberapa media cetak 2 hari lalu menyesatkan. Bahkan, lembaga konsumen ini menuding ada pihak yang diuntungkan dengan adanya iklan tersebut."Iklan tersebut sama sekali tidak mencantumkan identitas yang jelas siapa penanggungjawabnya," ujar Indah Sukmaningsih, Ketua Pengurus Harian YLKI, dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (29/12/2004). YLKI berpendapat adanya iklan tersebut lebih mencerminkan pemerintah yang memang tidak mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan publik. "Sungguh tidak masuk akal jika aksi penolakan itu hanya dijawab dengan selembar iklan di media cetak. Iklan tidak bisa bicara dengan kalangan masyarakat miskin yang buta aksara," tukas Indah.Cara-cara tersebut, lanjut Indah, patut diduga adanya kepentingan pihak tertentu yang diuntungkan. "Pemasangan iklan ini patut diduga lebih merupakan kepentingan sesaat dari segelintir pejabat yang bermental proyek," kata dia. Dalam konteks kenaikan harga LPG, klaim Pertamina dan Pemerintah bahwa LPG hanya dipakai oleh 5% masyarakat Indonesia, YLKI menganggap argumen tersebut sangat meragukan. "Tidak jelas data siapa yang digunakan. Ironisnya, pemerintah justru tidak mempunyai data, berapa pendapatan per bulan konsumen LPG, dan berapa persen dari penghasilan tersebut dialokasikan untuk konsumsi LPG," demikian Indah.Sekadar diketahui, iklan yang dimaksud YLKI adalah iklan yang bertajuk "Subsidi BBM selama ini dinikmati golongan mampu dan orang kaya" (Media Indonesia, 27/12/2004). Iklan ini berukuran setengah halaman. Dalam iklan tersebut dijelaskan bahwa 84% dari Rp 72 triliun subsidi BBM dinikmati oleh golongan mampu. Selain menyajikan tabel kelompok orang mampu yang menikmati subsidi BBM, iklan ini juga menampilkan gambar deretan mobil mewah yang tengah antre di sebuah SPBU.Iklan tersebut memang tidak memiliki penanggung jawabnya. Di pojok kiri bawah hanya tertulis slogan "Kita Hemat Untuk Rakyat". (ton/)


Berita Terkait