Pengungsi & Korban Gempa dari Aceh Berdatangan ke Medan

Pengungsi & Korban Gempa dari Aceh Berdatangan ke Medan

- detikNews
Rabu, 29 Des 2004 01:01 WIB
Medan - Gelombang arus pengungsian dan korban Gempa dan Tsunami dari Kota Banda Aceh sejak Selasa (28/12/2004) mulai tiba di Pangkalan TNI AU, Polonia Medan. Mereka diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.Setidaknya sebanyak 400 pengungsi secara bertahap diangkut pesawat Hercules milik TNI AU dengan lima kali penerbangan. Gelombang pertama dimulai sejak pukul 11.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Kebanyakan mereka adalah warga Tionghoa terdiri dari anak-anak dan orang dewasa yang bermukim di Banda Aceh.Dari pantauan detikcom di lapangan, tidak ada tenda-tenda darurat yang disiapkan oleh Posko Penanggulangan Bencana Alam Sumut-NAD (PPBASN). Para pengungsi hanya berkumpul di kantin pangkalan TNI AU. Sehingga kedatangan ratusan pengungsi ini tidak terdata oleh Posko.Kepala Dinas Sosial Sumut, Sylvester Lasse ketika dikonfirmasi kedatangan pengungsi ini terkejut. "Dimana ada pengungsi? Tidak ada dikoordinasikan dengan saya. Nanti saya cek dulu," ujar Lasse.Setelah dicek, menurut Lasse, para pengungsi tersebut tidak ditampung oleh PPBASN karena mereka langsung dijemput oleh pihak keluarga yang ada di Medan. "Kita sudah menawarkan untuk kami tampung, tapi mereka lebih memilih untuk berkumpul dengan keluarganya di Medan," kata Lasse. Lasse menyebutkan, para pengungsi itu tidak dikategorikan membutuhkan pertolongan, karena mereka rata-rata cukup ekonomi mapan. Hal ini dibenarkan oleh Eddy Sofyan, Humas PPBASN. "Jadi kita akan lebih memprioritaskan pengungsi yang benar-benar membutuhkan," kata Eddy Sofyan.Sementara itu, jumlah korban luka-luka yang dievakuasi dari Banda Aceh ke PPBASN hingga pukul 18.00 WIB berjumlah 49 orang. Dua diantaranya meninggal di pesawat dalam perjalanan. Mereka adalah Amiko, 62 tahun, penduduk Kampung Mulia Banda Aceh. Sementara satu orang anggota TNI AD belum diketahui identitasnya. Para korban luka-luka ini kebanyakan adalah keluarga dan personel Brimob yang berasal dari Asrama Brimob Jeulingke, Banda Aceh. Diantara para korban ada yang luka robek di pipi, kaki berlobang, sesak nafas, mata membusuk sampai ada seorang bocah bernama Ramadhan (11), penduduk Panglate otaknya sampai keluar.Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Fatni Sulani para korban luka ini langsung dikirim ke rumas sakit Adam Malik Medan, RS Pirngadi dan RS Brimob Medan.Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) Iskandar Muda Brigjen TNI M Yahya juga termasuk salah satu korban luka. Dia juga ikut dalam rombongan yang dievakuasi ke Medan menggunakan pesawat Hercules. Sejauh ini, belum diketahui kondisi M Yusuf. Soalnya, dia langsung dilarikan ke RS Glen Eagles Medan. (fab/)


Berita Terkait